Palu, Truestorysport– Gubernur Tengah, Anwar Hafid, menegaskan bahwa olahraga memiliki peran strategis dalam mendorong kemajuan daerah dan tidak hanya dipandang sebagai kegiatan seremonial semata.

Hal itu disampaikannya saat membuka ajang Drag di Jalan Sam Ratulangi, Palu, Sabtu (18/4/). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam membangun ekosistem olahraga yang berkelanjutan sekaligus memperkuat daya saing daerah.

“Ukuran kemajuan sebuah daerah tidak hanya dilihat dari pembangunan fisik, tetapi juga dari sejauh mana sektor olahraganya berkembang,” ujar Anwar Hafid.

Menurutnya, bukan sekadar ajang kompetisi balap, tetapi juga menjadi wadah pembinaan bagi generasi muda untuk mengasah bakat dan kemampuan agar mampu bersaing di tingkat nasional.

Ia menilai potensi muda Sulawesi Tengah sangat besar dan perlu didukung melalui penyelenggaraan event olahraga yang berkualitas serta berkelanjutan.

“Ini bukan sekadar event olahraga. Yang paling utama adalah pembinaan atlet agar mereka punya ruang untuk berkembang dan berprestasi,” tegasnya.

Selain aspek pembinaan, Anwar Hafid juga menyoroti dampak ekonomi dari penyelenggaraan event olahraga. Menurutnya, kegiatan seperti BERANI Drag mampu menggerakkan aktivitas masyarakat, mulai dari pelaku hingga sektor informal lainnya.

“Setiap event pasti menggerakkan ekonomi. Tanpa disadari, warung ramai, UMKM tumbuh, dan roda ekonomi berputar. Ini yang ingin terus kita dorong di Sulawesi Tengah,” jelasnya.

Ia juga meyakini olahraga memiliki peran penting dalam membangun citra positif daerah di tingkat regional maupun nasional. Dengan mencontoh daerah maju seperti Jawa Barat dan DKI Jakarta yang berkembang melalui sektor olahraga, ia optimistis Sulawesi Tengah dapat mengikuti jejak tersebut.

“Kalau kita ingin Sulawesi Tengah maju, maka olahraganya juga harus maju. Ini menjadi satu pilar penting pembangunan daerah,” pungkasnya.

Event BERANI Drag yang dikomandoi KONI Sulawesi Tengah, Muhammad Razaq, turut diikuti muda dari berbagai daerah di Pulau Sulawesi hingga Jawa Timur.

Ajang ini menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah dalam membuka ruang kompetisi sekaligus memperluas jaringan prestasi atlet daerah. (*)