Truestorysport– Pacific Caesar resmi merekrut Xavier Cannefax untuk menggantikan Miguel Miranda yang harus menepi akibat cedera torn hamstring hingga pertengahan Indonesian Basketball (IBL) 2026.

Langkah cepat diambil manajemen tim berjuluk Laskar Kenjeran tersebut setelah Miranda dipastikan absen dalam jangka waktu lama karena cedera otot paha belakang. Kehadiran Cannefax diharapkan mampu menutup kekosongan peran penting di sektor guard sekaligus mendongkrak performa tim yang tengah terpuruk.

Hingga ketujuh IBL 2026, skuad asuhan Andika Supriyadi—yang akrab disapa Coach Bedu—menjadi satu-satunya tim yang belum meraih kemenangan dengan 0-10 (menang-). Situasi ini membuat kebutuhan akan pemain berpengalaman dan produktif menjadi semakin mendesak.

Bukan Nama Asing di IBL

Cannefax bukan figur baru bagi pencinta bola basket nasional. Guard asal Serikat itu sebelumnya memperkuat Bali Basketball selama dua musim, yakni 2024 dan 2025. Bahkan pada musim terakhirnya, ia dipercaya menyandang status kapten tim berkat kepemimpinan dan konsistensinya di lapangan.

Secara statistik, kontribusi Cannefax terbilang impresif. Pada musim reguler 2024, ia mencatatkan rata-rata 19,6 poin, 3,4 rebound, 4,8 assist, dan 1,3 steal per pertandingan dari 25 laga. Sementara pada musim 2025, ia membukukan 19,2 poin, 4,4 rebound, 4,2 assist, dan 1,1 steal dalam 23 pertandingan.

Selama dua musim di IBL, Cannefax delapan kali mencetak 30 poin atau lebih dalam satu pertandingan. Catatan tertingginya adalah 37 poin saat membela Bali United menghadapi Pacific Caesar dalam laga yang berakhir 99-107. Meski timnya kalah, performa individu Cannefax kala itu mencuri perhatian.

Harapan Baru Laskar Kenjeran

Produktivitas dan kemampuan olah bola Cannefax menjadi modal penting bagi Pacific yang membutuhkan guard dengan naluri mencetak angka sekaligus distribusi bola yang efektif. Ia diharapkan mampu memberikan variasi serangan dan meningkatkan efisiensi permainan tim.

Namun demikian, stabilitas emosi juga menjadi catatan penting. Pada musim lalu, Cannefax sempat menerima sanksi skorsing tiga pertandingan akibat pelanggaran keras. Manajemen dan tim pelatih tentu berharap pengalaman tersebut menjadi pembelajaran agar sang pemain dapat tampil lebih matang.

Dengan pengalaman, kualitas, dan jiwa kepemimpinan yang dimiliki, Cannefax diharapkan bisa segera beradaptasi dan membawa energi baru bagi dalam upaya memburu kemenangan perdana di IBL 2026.