Palu, Truestorysports – Pembayaran kepada atlet renang yang dikontrak Sulteng Emas senilai miliaran rupiah ternyata belum dibayarkan sejak Oktober 2022.
Hal tersebut terkuak pada saat rapat terkait kesiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut Tahun 2024 di Aula Puskodal Songgolangi Korem 132/Tdl, Palu, Sabtu (20/4/2024).
Adapun atlet renang yang dikontrak Sulteng pada tahun 2022 lalu merupakan atlet nasional di antaranya Azzara Permatahani, Joe Aditya Wijaya Kurniawan, Muhammaf Fathan Andi Maroef, I Gede Siman Sudartawa, Glenn Viktor, Sofie Kemala dan Siti Arifah Fadhilan.
Mereka direkrut oleh Kelompok Kerja (Pokja) Sulteng emas dengan harapan mampu memberikan medali emas untuk Sulteng di PON Aceh-Sumut 2024.
Karena belum terbayarkan, perwakilan KONI Sulteng pada rapat menyebutkan total anggaran yang dibutuhkan Sulteng mencapai Rp100 miliar. Angka ini termasuk atlet Sulteng emas yang dikontrak.
Selain kontrak atlet, kebutuhan anggaran itu digunakan untuk kebutuhan pembiayaan peralatan, Puslatda serta kebutuhan lain termasuk tiket serta akomodasi dan konsumsi untuk PON 2024 di Aceh-Medan.
Kebutuhan anggaran paling besar yaitu dari cabor dayung mencapai Rp 2 miliar lebih untuk peralatan dan kebutuhan puslatda. Kemudian paralayang mencapai Rp1 miliar lebih.
Bahkan cabor menembak pun mengusulkan anggaran mencapai angka diatas Rp500 juta.
Di tengah situasi keuangan yang serba terbatas, Ketua Kontingen Brigjen TNI Dody Triwinarto, mewakili Gubernur Sulawesi Tengah, menyatakan akan merasionalisasi kebutuhan anggaran dan menyampaikan kekurangannya kepada DPRD.
“Meskipun demikian, kita tetap optimis dengan target 15 medali emas yang dicanangkan Gubernur,” tegas Dody.
Ia pun mendorong cabor untuk memanfaatkan waktu 4 bulan yang tersisa untuk memaksimalkan persiapan melalui Puslatda.
Danrem pun berharap pada 18 – 19 Agustus mendatang, dua minggu sebelum perhelatan itu dimulai, Kontingen yang dipimpinnya melaksanakan embarkasi secara bertahap menuju Aceh-Sumut untuk menguasai daerah-daerah pertandingan agar memperkokoh mental-mental juara Petarung para atlet.
“Insya Allah jika sudah clear semuanya saya akan minta dirapatkan di DPR, kita akan paparkan ke DPR dengan rencana kebutuhan yang sesuai dengan kontingen masing-masing Cabor. Intinya agar transparan semuanya wajib mengetahui,” tandas Dody. (*)
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.