Palu, Truestorysport meminta KONI Kota Palu segera melakukan konsolidasi internal organisasi setelah resmi menerima Surat Keputusan (SK) kepengurusan periode 2025–2029.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Sekretaris Umum KONI Sulteng, Moh Warsita, saat penyerahan SK kepengurusan KONI Palu yang berlangsung Rabu lalu.

Menurut Warsita, KONI Sulteng berharap kepengurusan KONI Palu dapat segera merangkul seluruh elemen olahraga di daerah itu agar dinamika yang sempat terjadi sebelumnya bisa diselesaikan dengan baik.

“Pesan kami dari Umum, bahwa kami sangat mengharapkan kepada KONI Kota Palu yang telah menerima SK hari ini agar segera melakukan konsolidasi organisasi di internal,” ujar Warsita.

Diketahui sebelumnya, pada pelaksanaan Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot) KONI Palu V sebelumnya sempat terjadi dinamika, di mana sejumlah (cabor) memilih walkout dari forum.

Momentum bulan suci Ramadan, menurut Warsita, diharapkan menjadi kesempatan yang baik untuk mempererat kembali hubungan dan menyatukan seluruh pihak yang sempat berbeda pandangan.

“Diharapkan momentum berkah Ramadan ini bisa menjadi kesempatan untuk mempersatukan kembali seluruh hal yang sempat terjadi dinamika sebelumnya,” katanya.

Warsita menyebutkan, terdapat sekitar 12 hingga 13 cabang olahraga yang sempat terlibat dalam dinamika tersebut. Karena itu, konsolidasi menjadi tanggung jawab penting bagi pengurus KONI Palu yang baru agar pembinaan olahraga dapat berjalan normal kembali.

“Kalau tidak salah ada sekitar 12 sampai 13 cabang olahraga. Hal itu menjadi kewenangan dan tanggung jawab KONI Kota Palu untuk melakukan konsolidasi, sehingga dalam menghadapi -agenda olahraga ke depan semuanya sudah bisa berjalan secara normal,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa posisi Kota Palu sangat strategis dalam pembinaan olahraga di Sulawesi Tengah. Sebagai ibu kota , Palu menjadi barometer perkembangan olahraga daerah karena banyak terbaik berasal dari kota tersebut.

“Sekali lagi itu pesan dari beliau. Suka atau tidak suka, mau tidak mau, KONI Kota Palu merupakan barometer pembinaan olahraga di Sulawesi Tengah,” tegas Warsita.

Menurutnya, tersebut tidak bisa dipungkiri karena sebagian besar atlet berprestasi di provinsi ini berasal dari Kota Palu.

“Barometer pembinaan olahraga ada di sini karena kita merupakan ibu kota provinsi. Oleh karena itu, mau tidak mau, kita harus mendorong teman-teman di Kota Palu agar segera melakukan konsolidasi organisasi,” pungkasnya. (*)