, TRUE STORY – Persatuan Seluruh Indonesia (PTMSI) Kota Palu untuk pertama kalinya menggelar tenis meja kelompok umur.

Kejuaraan khusus tingkat SD, SMP dan SMA di daerah setempat digagas untuk menempa mental agar kelak meraih prestasi di ajang yang lebih tinggi.

Ketua Panitia, Anwar Ismail pada saat pembukaan Sabtu (28/10/2023) pagi mengatakan, kejuaraan diikuti oleh atlet dari berbagai sekola di kota Palu.

Kejuaraan digelar dua hari, 28-29 Oktober 2023 di aula BPSDM Pemprov Sulteng.

“Kami selaku panitia mengucapkan terima kasih kepada pemerintah kota Palu beserta karena turut andil mensukseskan kejuaraan kali ini. Harapan kami kejuaraan bisa berkelanjutan sebagai komitmen untuk melahirkan bibit berprestasi,” katanya.

Sementara itu Mulyadi, Ketua PTMSI Kota Palu menuturkan, kejuaraan kelompok umur adalah agenda pertama yang akan jadi wajib PTMSI Palu. Menurutnya, kejuaraan ini merupakan langkah awal untuk membangun mental atlet .

“Tak mengapa dipengurusan kami belum punya atlet. Tetapi kami punya tekad untuk melahirkan atlet berprestasi lima tahun ke depan. Tepatnya pada Pon 2028 insyaalaah Kota Palu bisa menghasilkan atlet tenis meja mewakili Sulteng bahkan Indonesia di ajang internasional,” ujar Muladi.

Mulyadi berharap, para atlet yang belum maupun belum jadi juara pada kejuaraan untuk tidak berhenti latihan.

PTMSI Palu, menurut dia, akan senantiasa memonitoring klub tenis meja di daerah setempat, untuk selanjutnya para atlet akan diproses untuk jadi petenis meja andal.

Ia juga berharap dukungan dari orang tua peserta didik. Sebab  anak-anak bisa berprestasi  karena dukungan orang tua.

“Atlet harus konek dengan pengurus. Jangan tidak konek. Karena ini yang sering menghambat. Kami akan terus nembangun komunikasi yang baik dengan pemerintah dan sponsor insyaallah kegiatan ini akan kita adakan enam bulan sekali,” ucap Mulyadi.

Kejuaraan tenis meja dibuka langsung kepala Dinas dan Pemuda Olahraga Kota Palu, Akhir Armansyah.

Pada sambutanya Akhir Armansyah, berharap kerja sama dengan orang tua siswa atau atlet.

“Ini yang selalu dilupakan. Kenapa demikian, karena pemerintah melalui koni dan pengcab datang pas komepetisi. Karena yang ajar atlet itu adalah orang tua,” katanya.