Truestorysports – Pasangan ganda putra Indonesia, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, sukses melangkah ke babak 16 besar Malaysia Open setelah menaklukkan rekan senegaranya, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, pada babak 32 besar. Bertanding di Axiata Arena, Bukit Jalil, Rabu, unggulan kedelapan tersebut menang dua gim langsung dengan skor 21-18, 21-9.
Meski menang straight game, Sabar/Reza sempat mendapat perlawanan sengit pada gim pertama. Raymond/Joaquin, yang datang dengan kepercayaan diri tinggi usai meraih gelar juara di Australia, mampu memberikan tekanan sejak awal pertandingan. Namun, pengalaman Sabar/Reza menjadi pembeda saat memasuki poin-poin krusial.
“Alhamdulillah, di pertandingan pertama kami pada tahun baru ini bisa meraih kemenangan. Lawan adalah pemain muda Indonesia yang sedang naik daun dan punya tenaga serta kepercayaan diri tinggi. Di awal gim pertama kami cukup kewalahan, tapi bisa membalikkan ritme dan mengamankan poin-poin penting,” ujar Sabar lewat keterangan resmi PBSI.
Memasuki gim kedua, Sabar/Reza tampil lebih dominan. Mereka berhasil membaca pola permainan lawan dan terus menekan hingga membuat Raymond/Joaquin kesulitan mengembangkan permainan.
Reza mengungkapkan, perubahan momentum di akhir gim pertama menjadi kunci kemenangan mereka. “Kondisi tangan saya memang belum bisa maksimal, jadi saya mencoba bermain sebisanya. Alhamdulillah di akhir gim pertama kami bisa lebih menekan dan lawan terlihat mulai panik. Itu jadi kunci hari ini,” kata Reza.
Di sisi lain, Nikolaus Joaquin mengakui pasangan lawan mampu tampil lebih tenang pada momen-momen krusial. “Gim pertama kami sudah bermain sesuai rencana dan cukup baik, tapi di poin-poin penting fokus kami sedikit menurun sehingga mereka bisa membalikkan keadaan. Di gim kedua, mereka sudah menemukan pola permainan kami dan langsung melakukan counter,” ujar Nikolaus.
Senada dengan itu, Raymond Indra menilai dirinya dan pasangan masih perlu banyak berbenah, terutama dalam mengontrol pukulan dan beradaptasi dengan kondisi lapangan. “Kami banyak membuang poin di akhir gim. Selain itu, kondisi shuttlecock terasa lebih kencang dibandingkan saat latihan, jadi cukup menyulitkan,” katanya.
Sabar pun berharap para pemain muda ganda putra Indonesia terus berkembang dan menjadi bagian penting regenerasi ke depan. “Mereka masih muda, semangatnya luar biasa. Semoga regenerasi ganda putra Indonesia bisa terus tumbuh dan berkembang,” tutupnya.