Palu, Truestorysports – Persipal FC resmi mendatangkan asing untuk memperkuat tim pada Championship 2025/2026.

Dua di antaranya, Riku dan Nathan Hancock, telah tiba di Palu. Namun, keduanya belum dapat memperkuat Laskar Tadulako saat menghadapi di Stadion Gawalise, Palu, Senin (12/1/2026).

Pada tersebut, Persipal harus menelan kekalahan telak 1-4 dari tim tamu Persiku Kudus. Kehadiran asing anyar yang hanya menyaksikan pertandingan dari tribun VIP pun memunculkan tanda tanya di kalangan pendukung.

Padahal kehadiran pemain asing sangat diharapkan mendongkrak peforma Persipal yang tengah terpuruk di dasar .

Kepala Andhika Mulia Pratomo sebelumnya menyampaikan bahwa Nathan Hancock sejatinya telah diproyeksikan tampil pada laga kontra Persiku.

Sementara itu, Riku masih belum bisa dimainkan karena proses administrasi pendaftarannya belum rampung.

Satu pemain asing lainnya, Kenzo Nambu, belum bergabung bersama tim lantaran masih dalam perjalanan menuju Palu. Pemain asal Jepang tersebut sempat mengalami kendala penerbangan dari negaranya.

Menjawab pertanyaan awak media terkait absennya Nathan Hancock yang sebelumnya dikabarkan tampil, Andhika mengungkap adanya kendala administratif yang hingga hari pertandingan belum juga terselesaikan.

“Terkait pemain asing, ternyata ada satu dokumen yang belum bisa diselesaikan. Sampai hari ini kami menunggu, bahkan hingga pukul 14.30 WITA, sistem PSSI juga belum bisa meng-approve data pemain tersebut,” jelas Andhika.

Ia menegaskan, kendala tersebut berada di luar aspek teknis dan menjadi utama yang menghambat pemain asing untuk turun ke lapangan.

Selain persoalan administratif, Andhika juga menyoroti masalah lama yang masih membelit Persipal, khususnya pada organisasi pertahanan.

“Sejak sebelum saya datang ke sini, persoalan utama kami adalah defending crossing dan antisipasi pergerakan lawan. Itu selalu menjadi masalah pelik. Sudah kami evaluasi, tetapi memang belum maksimal,” ujarnya.

Ke depan, Andhika menegaskan akan mengambil langkah tegas dalam pembenahan skuad demi menghindari ancaman degradasi.

“Kalau kita bertahan dengan kondisi seperti ini, kita harus siap-siap terdegradasi. Karena itu evaluasi menyeluruh harus dilakukan,” pungkasnya. (*)