“Menuju Olimpiade prosesnya panjang. Olahraga itu tidak ada yang instan. Saya dulu bahkan kehilangan masa bermain dengan teman-teman karena setiap hari latihan. Tapi itu pilihan yang harus dikejar, dengan dukungan keluarga dan ,” ungkapnya.

Ia juga mengaku banyak belajar dari kesalahan sebelum akhirnya mencapai puncak prestasi. Karena itu, Taufik berpesan agar muda tidak ragu untuk bertanya dan meminta masukan dari atlet senior yang telah merasakan atmosfer Olimpiade.

Selain memotivasi atlet, Wamenpora Taufik turut mengapresiasi peran Muhammadiyah 3 dalam mendukung pembinaan atlet . Ia berterima kasih kepada pihak sekolah yang telah memberikan ruang dan fleksibilitas sehingga atlet dapat berprestasi tanpa mengesampingkan pendidikan.

mendukung penuh dan berharap sekolah lain bisa mengikuti langkah ini, agar atlet memiliki jam belajar yang fleksibel dan bisa fokus berlatih,” jelas Taufik.

Menurutnya, Kemenpora sangat mendukung lahirnya atlet berprestasi dari lingkungan sekolah, dengan tetap menekankan pentingnya keseimbangan antara prestasi olahraga dan pendidikan. Ia menilai Muhammadiyah telah menunjukkan model pembinaan atlet yang baik dan konsisten.

Menutup arahannya, berpesan agar para peraih medali SEA Games tidak cepat berpuas diri. Ia meminta mereka terus berlatih keras, menjaga disiplin, dan mempersiapkan diri untuk jenjang yang lebih tinggi, termasuk panggung Olimpiade.

kalian masih panjang. Jangan cepat puas. Apalagi Presiden sangat mendukung dan berharap olahraga bisa mendunia. Semoga prestasi ini menjadi inspirasi dan penyemangat bagi atlet-atlet muda lainnya,” pungkas Taufik. (*)