– Setelah sempat vakum akibat becana tahun 2018, olahraga Karate di lingkungan Tinggi (Kejati) mulai bangkit kembali.

Hal itu dilihat dari latihan yang digelar oleh Do Jo Satya Kejati , Jumat 03/6/2022.

Latihan perdana ini melibatkan Dewan Guru dan Majelis Sabuk Hitam, Pengurus Provinsi KKI Sulteng dan pihak Kejaksaan Tinggi.

“Atas arahan pak Sulteng, kita memulai latihan perdana dan akan terus berkelanjutan. Kegiatan ini bukan hal dilingkungan kami, karena di Kejaksaan Agung, KKI sudah bertahun-tahun melatih buat keluarga besar Kejaksaan Agung,” kata Koordinator pada Kejati Sulteng Dr. Rizky Fachrurrozi (DAN III KKI) yang baru bulan berada dilingkungan Kejati Sulteng.

Rizky sebelumnya menjabat Kasi Pengamanan Pembangunan infrastruktur ilmu pengetahuan dan teknologi pada Subdit pengamanan pembangunan infrastruktur ilmu pengetahuan dan teknologi Direktorat pengamanan pembangunan strategis Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejagung RI.

Menurutnya, sesuai arahan Kajati Sulteng, Jacob Hendrik Pettipeilohy, pihaknya juga akan mengagendakan internal dan kejuaraan terbuka.

Latihan perdana yang digelar oleh Do Jo Satya Kejati Sulteng, Jumat 03/6/2022. Foto : Dokumentasi KKI Sulteng.

Sementara itu Ketua KKI Sulteng, Yesiah Ery Tamalagi menjelaskan, jika rencana latihan dilingkungan Kejaksaan Tinggi Sulteng sesungguhnya sudah direncanakan tahun 2018 silam.

“Waktu itu kita setelah menghadap Kajati sepakat mau latihan hari Minggu, tapi pas hari Jumat kejadian gempa. Kami bersyukur hari ini akhirnya kita bisa latihan perdana. Apalagi dilingkup Kejati Sulteng saat ini ada dua keluarga besar KKI dari luar Sulteng yang bertugas disini,” kata Yesiah Ery.

penuh Kajati Sulteng terhadap keberadaan KKI juga membuat Pengprov Sulteng meyakini dunia karate di wilayah tersebut akan terus bergairah.