Palu, truestorysports – Kasus pemukulan wasit oleh pemain Sulawesi Tengah dalam laga perempat final sepak bola putra PON XXI Aceh-Sumut pada 14 September 2024 di Stadion H Dimurthala, Banda Aceh, hingga kini belum menemui titik terang.
Federasi sepak bola tertinggi di Indonesia, PSSI, belum mengumumkan hasil investigasi meski sudah tiga bulan berlalu sejak insiden itu terjadi.
Insiden bermula dari aksi Riski, pemain Sulawesi Tengah, yang melayangkan pukulan kepada wasit Eko Agus Prasetyo setelah merasa tidak puas dengan keputusan wasit.
Pertandingan kala itu berakhir dengan skor 1-1, tetapi Sulawesi Tengah memutuskan mundur dari laga (walk out) karena menilai kepemimpinan wasit cenderung berat sebelah. Kemenangan pun diberikan kepada tim tuan rumah Aceh.
Setelah insiden tersebut, PSSI segera membentuk tim investigasi untuk mengusut kasus ini.
Pemanggilan terhadap berbagai pihak, mulai dari manajer tim, pemain, hingga perangkat pertandingan, telah dilakukan. Namun, hingga akhir tahun 2024, hasil dari investigasi itu belum diumumkan kepada publik.
Ketiadaan transparansi dari PSSI memunculkan tanda tanya besar. Kasus ini seakan menghilang begitu saja tanpa ada kejelasan.
Padahal, insiden tersebut mencoreng citra olahraga dan semangat fair play di ajang sebesar PON.
Publik kini menunggu langkah nyata PSSI untuk menyelesaikan kasus ini secara transparan dan tegas.
Investigasi yang berlarut-larut tanpa hasil tidak hanya merugikan pihak-pihak yang terlibat, tetapi tentu saja menimbulkan keraguan terhadap komitmen PSSI dalam menjaga integritas sepak bola Indonesia. (*).
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.