Truestorysports – Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, kembali menemui kendala saat menghadapi pemain China dalam bergengsi All England 2025. Langkahnya terhenti di babak perempat final setelah takluk dari Han Yue dengan skor -21, -21 di Utilita Arena Birmingham, Sabtu dini hari WITA.

Kekalahan ini menambah catatan pertemuan antara Gregoria dan Han Yue menjadi 4-5, dengan keunggulan bagi wakil China tersebut. Gregoria mengakui bahwa menghadapi pemain-pemain dari Negeri Tirai Bambu selalu menjadi tantangan berat baginya.

“Hari ini saya tidak bermain dalam performa terbaik. Saya kesulitan mengimbangi permainan lawan. Bukan hanya Han Yue, tetapi secara keseluruhan, pola permainan para pemain China memang cukup menyulitkan bagi saya,” ujar Gregoria dalam keterangan tertulis usai pertandingan.

Pebulu tangkis berusia 24 tahun itu menegaskan bahwa kekalahan ini menjadi bahan besar baginya. “Ini menjadi pekerjaan rumah besar agar saya bisa keluar dari pola permainan mereka dan tidak mudah kehilangan fokus,” tambahnya.

Kegagalan ini juga menandai ketiga kalinya secara beruntun Gregoria tidak mampu melangkah ke semifinal All England. Ia pun mengungkapkan bahwa fisiknya belum sepenuhnya pulih sejak mengalami pada Oktober tahun lalu.

“Setelah cedera, kondisi saya belum ideal. Saya ingin meningkatkan massa otot dan menurunkan berat badan, tapi tidak sampai terlalu kurus agar tenaga tetap terjaga. Dengan begitu, saya bisa lebih ringan dalam bergerak, lebih cepat, dan memiliki agility yang lebih baik,” jelasnya.

Dengan tersingkirnya Gregoria, Indonesia kini kehilangan harapan untuk meraih gelar di tunggal putri. Fokus pun beralih ke sektor ganda , di mana dua pasangan Indonesia, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana dan Karyaman Gutama/Muhammad Reza Pahlevi Isfahani, sukses ke semifinal.

Kedua pasangan ini akan saling berhadapan, memastikan satu tempat bagi Indonesia di partai final. (*).