— Chelsea kembali menghadapi ujian berat di tengah upaya bangkit pada 2025/2026. Setelah berjuang mencari ritme bersama pelatih baru , kini mengalami wabah virus yang menyebar di antara pemain dan staf pelatih, menambah daftar tantangan yang harus dihadapi The Blues.

Insiden ini mulai terlihat setelah beberapa pemain dan staf terlihat terkapar dengan gejala penyakit seperti demam. Striker Liam Delap dan winger Jamie Gittens terpaksa dari laga melawan karena sakit dan tidak mengikuti latihan, sementara beberapa anggota staf juga menunjukkan gejala serupa.

Pelatih Liam Rosenior mengungkapkan bahwa klub medis bekerja keras untuk mengendalikan penyebaran virus tersebut. Dalam pertemuan khusus yang diadakan di pusat pelatihan Cobham, para pemain diingatkan tentang pentingnya protokol kebersihan dasar , termasuk sering mencuci tangan — sebagai upaya pencegahan agar wabah tidak semakin melebar di antara skuad.

“Dokter klub kami melakukan segala yang mereka bisa untuk menahan apa yang tampaknya menjadi virus, karena sejumlah staf kami juga terkena. Kami melakukan pertemuan soal kebiasaan mencuci tangan dan hal-hal dasar yang sangat penting,” ujar Rosenior dalam konferensi pers jelang pertandingan akhir pekan.

Wabah ini datang di momen yang kurang ideal bagi Chelsea. The Blues dijadwalkan menjamu dalam pertandingan Premier yang dipandang sebagai ujian penting untuk peluang mereka finis di posisi kompetitif, termasuk dalam perburuan tiket kompetisi .

Kondisi skuad semakin rumit karena Chelsea juga masih bergulat dengan masalah cedera di luar wabah virus. Sejumlah pemain kunci sempat absen dalam pertandingan sebelumnya karena cedera ringan hingga menengah, yang berarti Rosenior harus mempertimbangkan rotasi skuat secara hati‑hati.

Meski demikian, ada kabar baik di beberapa lini. Kapten Reece James dan gelandang serang Cole Palmer dilaporkan sudah kembali berlatih setelah pulih dari cedera masing‑masing. Ini bisa menjadi suntikan tenaga penting bagi skuad Chelsea jika keduanya tersedia saat melawan Brentford.

Situasi tersebut menunjukkan betapa kompleks tantangan yang dihadapi Chelsea pada fase penting musim ini: tekanan performa buruk, wabah virus di skuad, serta agenda pertandingan yang padat membuat Rosenior dan pasukannya harus bisa cepat beradaptasi demi meraih hasil positif. (*)