Truestorysport – Real Madrid berhasil meraih kemenangan 2–0 atas Levante dalam lanjutan La di Santiago Bernabeu, Sabtu (/1), tetapi suasana di stadion jauh dari euforia kemenangan. Suporter tuan rumah mencemooh timnya sendiri, termasuk beberapa pemain bintang dan bahkan presiden klub, sebagai ekspresi frustrasi setelah serangkaian hasil buruk akhir-akhir ini.

Ribuan penonton di Bernabeu menyiuli dan mencemooh pemain Real Madrid, khususnya ketika Vinícius Jr. dan Jude Bellingham menerima bola atau saat namanya disebut sebelum berlangsung. Selain itu, beberapa suporter juga menyerukan chant yang memanggil presiden klub, Florentino Perez, untuk mundur, yang menunjukkan meluasnya kekecewaan di antara pendukung.

Beberapa kelompok suporter liga Grada de Animación bahkan diminta oleh klub untuk tidak mencemooh di dalam stadion, dengan peringatan bahwa kamera pengawas akan mengidentifikasi dan mengevaluasi perilaku tersebut untuk tindakan lebih lanjut.

Meski atmosfer emosional, Real Madrid mampu 2–0 lewat penalti Kylian Mbappe dan sundulan Raul Asencio di babak kedua, membantu meredakan ketegangan sedikit dan menjaga posisi tetap dekat dengan pemuncak klasemen Barcelona.

Penyebab Utama Kekecewaan Fans

Kemarahan suporter Madrid menurut sejumlah pengamat tidak serta-merta karena hasil di satu pertandingan, tetapi merupakan dari:

  • Kekalahan di Final Piala Super dari Barcelona pekan sebelumnya.
  • Kekalahan memalukan di dari tim kasta kedua, Albacete.
  • Pemecatan pelatih Xabi Alonso setelah rentetan hasil buruk.
  • Penampilan inkonsisten beberapa pemain kunci seperti Vinícius Jr. dan Bellingham, bahkan membuat spekulasi tentang masa depan mereka mengemuka.

Reaksi Pelatih dan Klub

Pelatih pengganti Alvaro , yang baru pertama kali menang sebagai pelatih utama, mengakui bahwa para suporter “berhak mengekspresikan kekecewaan mereka”. Arbeloa mengatakan tekanan di Real Madrid selalu tinggi dan menegaskan tim bertanggung jawab untuk memperbaiki performa.