Diaz menutup Afrika (AFCON) 2026 dengan perasaan campur aduk. Maroko itu memang keluar sebagai top skor dengan lima .

Namun pencapaian individual tersebut terasa hambar setelah kegagalannya membawa timnas Maroko meraih gelar juara.

Pada partai final kontra Senegal, Brahim Diaz justru menjadi sorotan negatif. Ia mengeksekusi penalti krusial pada menit ke-114 dengan memilih gaya Panenka yang terlalu percaya diri.

dengan mudah diamankan kiper Senegal, Edouard Mendy, dan momen tersebut menjadi titik balik yang membuat Maroko kehilangan kesempatan emas menyamakan kedudukan.

Tak lama berselang, Senegal memastikan kemenangan 1-0 dan mengangkat trofi AFCON, sementara Maroko harus puas menjadi runner-up.

Bagi Brahim Diaz, kegagalan penalti itu seakan menutup perjalanan impresifnya sepanjang turnamen dengan yang pahit.

Padahal, performa Diaz di AFCON 2026 tergolong luar biasa. Ia tampil konsisten dan tajam sejak fase grup hingga semifinal, mengoleksi lima gol yang mengantarkannya meraih Sepatu Emas.