, Truestorysport – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulawesi Tengah menghadiri Musyawarah Pengurus Provinsi () Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) Sulawesi Tengah yang digelar di Aula SMA Negeri 1 Palu, Sabtu (31/1/2026).

Sulteng diwakili oleh Wakil Umum IV, Dr. Humaedi, yang menyampaikan sambutan sekaligus evaluasi perkembangan bola tangan di Sulawesi Tengah selama lima tahun terakhir.

Dalam sambutannya, Dr. Humaedi menegaskan bahwa bola tangan belum menunjukkan perkembangan yang signifikan di daerah. Hal tersebut terlihat dari masih terbatasnya struktur organisasi hingga minimnya pembinaan atlet.

“Selama lima tahun terakhir, perkembangan bola tangan di Sulawesi Tengah belum menggembirakan. Hingga kini baru terbentuk tiga pengurus kabupaten/kota, yakni , Parigi Moutong, dan Tojo Una-Una,” ujarnya.

Padahal, lanjut Humaedi, bola tangan merupakan cabang olahraga Olimpiade yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan karena menjadi nomor pertandingan pada ajang nasional hingga , seperti Pekan Olahraga Nasional (), SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade.

Selain minimnya kepengurusan daerah, tantangan lain yang dihadapi adalah rendahnya popularitas olahraga bola tangan di tengah masyarakat. Selama ini, olahraga tersebut masih terbatas di lingkungan perguruan tinggi, khususnya mahasiswa Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR), karena menjadi mata kuliah pilihan.

“Akibatnya, atlet bola tangan di Sulawesi Tengah masih sangat terbatas,” jelasnya.

Ia juga menyoroti belum pernah dilaksanakannya kejuaraan atau pertandingan bola tangan di tingkat daerah, termasuk pelatihan pelatih dan wasit, yang seharusnya menjadi fondasi utama dalam pembinaan prestasi.

Pada kesempatan itu, berharap kepengurusan ABTI Sulawesi Tengah yang baru nantinya dapat bekerja lebih aktif dan progresif, terutama dalam melakukan sosialisasi dan pengenalan olahraga bola tangan kepada masyarakat luas.

“Harapan kami, pengurus baru dapat lebih giat melakukan pembinaan, memperluas jangkauan organisasi hingga kabupaten/kota, serta menggelar kompetisi dan pelatihan secara berkelanjutan agar bola tangan semakin dikenal dan berkembang di Sulawesi Tengah,” pungkas Dr. Humaedi.