Palu, – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tengah mulai memfokuskan pada cabang olahraga (cabor) unggulan sebagai bagian dari strategi peningkatan prestasi sekaligus persiapan jangka panjang menghadapi bidding tuan rumah Olahraga Nasional (PON) 2032.

Ketua Umum KONI Sulawesi Tengah, Muhammad Razaq, menegaskan bahwa pembinaan cabor unggulan menjadi prioritas utama agar memiliki daya saing kuat, baik dari sisi prestasi maupun kesiapan sebagai calon tuan rumah ajang olahraga nasional terbesar tersebut.

Menurut , KONI telah menetapkan target prestasi yang jelas, termasuk proyeksi perolehan medali, sehingga seluruh program pembinaan harus berjalan terarah dan berbasis data. Salah satu langkah konkret yang ditempuh adalah peningkatan profesionalisme pembinaan melalui penyiapan pelatih berlisensi dan berpengalaman.

“Cabor unggulan akan mendapat perhatian khusus, termasuk pelatih yang digaji agar proses pembinaan atlet berjalan konsisten dan ,” ujarnya di sela kunjungan ke Padepokan Perguruan Naga Laut, Kota Palu, Sabtu (31/1/2026)

Selain fokus prestasi, KONI Sulawesi Tengah juga tengah mempersiapkan berbagai aspek pendukung untuk mengikuti proses bidding tuan rumah PON 2032. Persiapan tersebut mencakup penguatan organisasi olahraga, pemetaan potensi venue, serta kesiapan sumber daya manusia di bidang keolahragaan.

Fathur Razaq menyebutkan, kesiapan menjadi tuan rumah PON tidak hanya diukur dari infrastruktur, tetapi juga dari kekuatan prestasi dan sistem pembinaan atlet yang berkelanjutan. Karena itu, sinergi dengan seluruh cabang olahraga menjadi kunci utama.

“Kami meminta seluruh cabang olahraga, khususnya cabor unggulan, segera melengkapi data atlet, pelatih, dan program pembinaan. Ini penting agar seluruh perencanaan ke depan berjalan lancar dan terukur,” katanya.