Palu, Truestorysport — Anggota DPRD Kota Palu, Abdurahim Nasar Al-Amri, menyayangkan sikap Pemerintah Kota Palu yang mewacanakan pembekuan dana Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Palu apabila pelaksanaan Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot) ulang tetap dipaksakan.
Ia menilai langkah tersebut berpotensi merugikan atlet dan mencederai semangat pembinaan prestasi olahraga di daerah.
Politisi yang akrab disapa Wim itu menegaskan, dinamika yang terjadi di tubuh KONI semestinya diselesaikan secara internal dan proporsional oleh para pihak terkait, tanpa menyeret atlet sebagai pihak yang paling dirugikan.
Menurutnya, pembekuan anggaran bukanlah solusi yang tepat, terlebih di tengah persiapan atlet menghadapi agenda besar olahraga nasional.
“Kalau ada persoalan di internal KONI, selesaikan secara internal juga. Jangan atlet yang dikorbankan. Ancaman pembekuan dana itu dampaknya langsung ke atlet, sementara mereka sedang fokus mempersiapkan diri, termasuk menghadapi PON mendatang,” ujar Wim, Kamis (5/2/2026).
Ia mengingatkan bahwa atlet merupakan aset daerah yang harus dilindungi dan didukung secara maksimal. Proses pembinaan, pemusatan latihan, hingga pemenuhan kebutuhan dasar atlet sangat bergantung pada keberlangsungan dukungan anggaran yang stabil dan berkesinambungan.
“Prestasi olahraga tidak akan lahir dari situasi yang penuh tekanan dan ketidakpastian. Pemerintah seharusnya hadir memberikan ketenangan, bukan justru menambah beban psikologis atlet dengan wacana pembekuan anggaran,” lanjutnya.
Wim juga mendorong seluruh pihak untuk menahan diri dan mengedepankan dialog yang sehat serta terbuka demi kepentingan olahraga Kota Palu. Ia menilai, menjaga keberlanjutan pembinaan dan masa depan atlet jauh lebih penting dibandingkan memperpanjang polemik organisasi.
“Yang harus kita jaga itu masa depan atlet dan prestasi olahraga Kota Palu. Jangan sampai dinamika organisasi justru menghambat mimpi dan kerja keras para atlet kita sendiri,” pungkasnya.