, Truestorysport – Pengurus Provinsi () Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia () Equestrian masa bakti 2025–2029 resmi dilantik, Minggu (8/2/). Prosesi pelantikan digelar di Gedung Pogombo, kantor Gubernrur Sulteng di Palu, dan dilakukan langsung oleh Ketua Pengurus Besar (PB) Pordasi Equestrian.

Pelantikan tersebut dilaksanakan secara bersamaan dengan pengurus Sulawesi Tengah, sebagai bagian dari konsolidasi organisasi olahraga berkuda di daerah.

Ketua Pengprov Pordasi Equestrian Sulteng, Mehdiantara Datupalinge, menegaskan bahwa pelantikan ini menjadi titik awal perjuangan dan komitmen bersama untuk membangun olahraga equestrian di Sulawesi Tengah agar mampu bersaing di tingkat nasional hingga .

“Ini adalah titik awal sebuah perjuangan dan komitmen bersama untuk membangun, membina, serta mengangkat harkat dan martabat olahraga equestrian Sulawesi Tengah agar mampu berdiri sejajar dan diperhitungkan di tingkat nasional bahkan internasional,” ujar Mehdi dalam sambutannya.

Ia menekankan bahwa amanah yang diemban para pengurus bukanlah tanggung jawab ringan. Dibutuhkan kerja keras, dedikasi, integritas, serta pantang menyerah dalam menjalankan roda organisasi.

“Pengurus Pordasi Equestrian tidak hanya dituntut bekerja di balik meja, tetapi juga harus hadir di lapangan, mendengar, membina, dan memperjuangkan kepentingan atlet serta pelatih. Olahraga equestrian memiliki tantangan tersendiri, namun di situlah letak kehormatan dan kebanggaannya,” katanya.

Mehdiantara optimistis, dengan pembinaan atlet yang terencana serta sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, Sulawesi Tengah mampu melahirkan atlet-atlet equestrian berprestasi yang mengharumkan nama daerah di berbagai kejuaraan.

Ia juga mengajak seluruh pengurus untuk membangun organisasi dengan semangat , menjunjung tinggi sportivitas dan profesionalisme.

“Tidak ada keberhasilan yang diraih secara individu. Prestasi hanya akan lahir dari kerja tim yang kuat, yang jelas, dan tekad yang menyala,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Pordasi Equestrian Dewi Larasati menyoroti pentingnya pemberdayaan kuda lokal sebagai bagian dari strategi pembinaan jangka panjang. Menurutnya, kuda-kuda pacu yang tidak lagi kompetitif dapat dialihkan ke equestrian untuk dilatih dan dikembangkan.

“Kuda-kuda lokal harus diberdayakan. Kuda yang tidak lagi digunakan di pacu bisa diserahkan ke equestrian untuk dilatih, sehingga tetap memiliki nilai dan kontribusi dalam olahraga berkuda,” ujarnya.

Dengan kepengurusan baru ini, Pengprov Pordasi Equestrian Sulawesi Tengah menargetkan organisasi menjadi rumah besar pembinaan prestasi sekaligus kebanggaan olahraga berkuda di daerah dalam lima tahun ke depan. (*)