Truestorysport – Mantan juara dunia divisi asal Filipina, Manny Pacquiao, resmi mengalihkan rencana pertarungannya ke duel kelas welter (66,7 kg) melawan petinju Rusia, Ruslan Provodnikov. Laga ekshibisi tersebut dijadwalkan berlangsung pada 18 April mendatang di Las Vegas, Amerika Serikat.

Pertarungan 10 ronde itu akan digelar di Thomas & Mack Center, arena yang kerap menjadi saksi duel-duel besar dunia . Ajang ini diumumkan oleh promotor Indistry Media bersama Banner Promotions milik Arthur Pelullo.

“Saya kembali untuk memberi mereka (para penggemar) pertarungan yang hebat dan saya siap,” ujar Pacquiao seperti dikutip dari laporan The , Rabu.

Beralih dari Mayweather dan Romero

Sebelumnya, Pacquiao sempat mempertimbangkan duel ulang melawan Floyd Mayweather Jr. maupun menghadapi juara dunia kelas welter WBA, Rolando Romero. Namun, petinju berjuluk PacMan itu akhirnya menjatuhkan pilihan kepada Provodnikov untuk laga ekshibisi yang diprediksi sarat nostalgia dan agresif.

Bagi Pacquiao, kembali bertarung di Las Vegas memiliki makna emosional tersendiri. Kota tersebut menjadi panggung sejumlah pertarungan ikonik sepanjang kariernya.

“Kembali bertarung di Las Vegas memiliki arti yang sangat besar bagi saya, dan saya bekerja sama dengan tim yang berfokus menciptakan pengalaman kelas dunia bagi para penggemar,” kata Pacquiao.

Rekam Jejak dan Status Legenda

Pacquiao yang kini berusia 47 tahun memiliki rekor profesional 62 kemenangan (39 KO), delapan kekalahan, dan tiga hasil imbang. Ia sempat pensiun selama tahun sebelum kembali naik ring pada Juli lalu dan mencatat hasil imbang mayoritas melawan juara dunia WBC kelas welter, .

Pada Juni lalu, Pacquiao juga resmi dilantik ke dalam International Hall of Fame, mempertegas statusnya sebagai salah satu legenda terbesar dalam sejarah tinju dunia.

Provodnikov dan Warisan “The Siberian Rocky”

Di sisi lain, Provodnikov yang kini berusia 42 tahun memiliki catatan 25 kemenangan (18 KO) dan lima kekalahan. Ia belum bertarung secara profesional sejak 2016 setelah memutuskan pensiun menyusul empat kekalahan dalam tujuh laga terakhirnya.

Meski begitu, namanya melejit berkat duel legendaris Fight of the Year 2013 melawan Timothy Bradley, pertarungan brutal yang hingga kini masih dikenang penggemar tinju.

Setelah laga tersebut, Provodnikov sukses merebut gelar juara dunia kelas ringan super WBO pada 2013 usai mengalahkan Mike Alvarado. Namun, ia mempertahankan sabuk saat dari Chris Algieri pada 2014. Dalam periode itu, ia juga mencatat kemenangan KO atas José Luis Castillo serta kalah angka dari Lucas Matthysse pada 2015.

Duel melawan Pacquiao nanti diperkirakan menjadi ajang reuni dua petinju agresif dengan gaya bertarung ofensif. Meski berstatus ekshibisi, laga ini diyakini tetap menyuguhkan tensi tinggi dan menjadi magnet bagi penggemar tinju dunia. (*)