Truestorysport – Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo , memilih pasang badan untuk anak asuhnya setelah timnya menerima kritik tajam usai kekalahan telak dari Borneo FC Samarinda pada pekan lalu. Dalam laga tersebut, Persebaya harus menelan kekalahan -5 yang membuat lini pertahanan mereka menjadi sorotan publik.

Menjelang pertandingan pekan ke-26 / melawan Persita Tangerang di Stadion Bung Tomo pada 4 April mendatang, Tavares menegaskan bahwa kekalahan tersebut merupakan tanggung jawab bersama seluruh .

Ia menyoroti salah satu momen dalam proses gol keempat ketika tengah Persebaya terjatuh dan gagal menghalau serangan. Namun Tavares menolak menyalahkan satu pemain atas kejadian tersebut.

“Gol keempat terjadi karena kesalahan individu, bek tengah kami terjatuh. Tetapi kami kalah sebagai tim, jadi itu adalah kesalahan tim, bukan hanya satu pemain,” tegas Tavares.

Menurut pelatih asal itu, menyudutkan satu pemain justru dapat merusak mentalitas tim, terutama menjelang laga kandang yang penting bagi Persebaya saat menghadapi Persita.

Tavares juga menjelaskan alasan di balik keputusan timnya tetap bermain terbuka meskipun sedang tertinggal. Ia menegaskan bahwa Persebaya tidak pernah memilih untuk menyerah dalam sebuah pertandingan.

“Ketika kami tertinggal, kami memiliki dua pilihan: menyerah atau tetap mencoba bermain. Kami memilih untuk terus mencoba menyerang, namun ketika kami membuka ruang, Borneo FC kembali mencetak gol,” jelasnya.

Gaya bermain menyerang tersebut, menurut Tavares, akan tetap menjadi karakter tim. Namun ia menekankan pentingnya keseimbangan antara menyerang dan bertahan agar kesalahan serupa tidak kembali terjadi.

Dengan waktu persiapan sekitar tiga minggu sebelum laga berikutnya, fokus utama Tavares saat ini adalah mengembalikan kepercayaan diri dan suasana positif di ruang ganti tim.

Ia berharap para pemain bisa segera bangkit dari kekalahan di Samarinda dan tampil lebih baik ketika bermain di hadapan pendukung setia mereka.

“Semua orang merasa sedih, tetapi sekarang yang bisa kami lakukan adalah menganalisis kesalahan dan mencoba memperbaikinya agar bisa tampil lebih baik di masa depan. Kami harus menjadi tim yang lebih baik saat melawan Persita,” pungkas pelatih berlisensi UEFA Pro tersebut.