Truestorysport – Wakil Ketua IV , Dr. Humaedi Latif, menegaskan (Musprov) Kick Boxing Indonesia (KBI) Sulteng merupakan agenda rutin empat tahun sekali sekaligus kewajiban organisasi untuk memastikan keberlanjutan kepengurusan.

Humaedi mengatakan, Musprov penting bagi setiap olahraga untuk menjaga keberlangsungan organisasi sekaligus memenuhi persyaratan dalam mengikuti berbagai kompetisi, termasuk Pekan Olahraga Provinsi ().

Menurutnya, tanpa pelaksanaan Musprov, keikutsertaan cabang olahraga dalam tersebut dapat terkendala dan berpotensi hanya berstatus sebagai cabang ekshibisi.

Humaedi hadir mewakili , Fathur Razaq, dalam Musprov KBI Sulteng. Ia mengapresiasi perkembangan KBI yang dinilainya cukup pesat.

Dalam kurun waktu sekitar tahun sejak dibentuk, KBI disebut telah berkembang hingga memiliki 11 pengurus provinsi dan telah berpartisipasi dalam Porprov.

Humaedi membandingkan perkembangan tersebut dengan sejumlah cabang olahraga lain yang belum pernah berpartisipasi dalam Porprov, tetapi sudah tampil di PON.

Karena itu, Musprov II KBI Sulteng diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi, memperluas kepengurusan di daerah, serta meningkatkan kualitas pembinaan atlet.

Dengan penguatan tersebut, kick boxing diharapkan dapat berkembang menjadi salah satu cabang olahraga andalan Sulawesi Tengah pada masa mendatang.

Sementara itu, Umum KBI Sulteng, Lesley Nelwan, mengatakan masih terdapat dua daerah yang belum memiliki kepengurusan KBI tingkat kabupaten, yakni Banggai Kepulauan dan Banggai Laut.

Pembentukan kepengurusan di kedua daerah tersebut menjadi salah satu pekerjaan rumah KBI Sulteng untuk memperluas jangkauan pembinaan sekaligus membuka peluang pencarian atlet-atlet potensial di seluruh Sulawesi Tengah.