Palu, Truestorysport – Sebanyak 225 atlet ambil bagian dalam Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Sulawesi Tengah yang berlangsung di GOR Siranindi Palu, 1–6 November 2026.
Para atlet berasal dari berbagai daerah di Sulawesi Tengah dan bersaing dalam 14 kategori pertandingan, mulai dari kelompok usia dini hingga kategori dewasa.
Bidang Perwasitan PBSI Sulteng, Ambar Wahono, mengatakan peserta Kejurprov tahun ini berasal dari 11 kabupaten/kota di Sulawesi Tengah.
“Peserta berasal dari 11 kabupaten/kota di Sulteng, minus Tojo Una-Una dan Sigi,” kata Ambar.
Ketua PBSI Sulawesi Tengah Gufran Ahmad mengatakan Kejurprov merupakan agenda wajib yang dilaksanakan PBSI setiap tahun. Selain menjadi bagian dari pembinaan prestasi, kejuaraan tersebut juga menjadi ajang seleksi atlet menuju Kejuaraan Nasional (Kejurnas).
“Ini agenda wajib PBSI setiap tahun. Khusus untuk taruna, menjadi seleksi ke Kejurnas. Sisanya untuk pembinaan prestasi,” ujar Gufran.
Menurutnya, Kejurprov juga menjadi salah satu tolok ukur bagi daerah dalam melihat kesiapan atlet menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Tengah di Kabupaten Morowali.
Melalui kompetisi tersebut, kemampuan dan kualitas atlet dapat diukur berdasarkan hasil pertandingan. Kejuaraan ini sekaligus menjadi kesempatan bagi pelatih dan pengurus PBSI di daerah untuk mengevaluasi hasil pembinaan yang telah dilakukan.
Gufran menekankan, setiap daerah perlu menjadikan hasil Kejurprov sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas latihan dan memperbaiki pola pembinaan atlet.
“Setiap daerah harus melihat hasil pertandingan ini sebagai evaluasi. Dari sini bisa dilihat sejauh mana hasil pembinaan yang sudah dilakukan,” katanya.
Ia berharap Kejurprov dapat menjadi ruang bagi atlet-atlet muda untuk menunjukkan kemampuan dan potensi terbaik mereka.
Menurut Gufran, pembinaan atlet tidak cukup hanya melalui latihan rutin. Kompetisi yang berkesinambungan juga diperlukan agar atlet memiliki pengalaman bertanding sekaligus mampu mengukur perkembangan kemampuan mereka.
“Pembinaan olahraga tidak cukup hanya latihan. Harus ada kompetisi yang berkesinambungan sehingga atlet bisa mengukur kemampuan dan siap bersaing di tingkat yang lebih tinggi,” ujarnya.
Kejurprov PBSI Sulteng tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan atlet terbaik untuk mewakili Sulawesi Tengah pada ajang nasional, tetapi juga menjadi bagian dari proses panjang peningkatan kualitas bulu tangkis di daerah.