Truestorysport – Curling merupakan satu musim dingin tertua di dunia yang berakar dari Skotlandia pada abad ke-16. Olahraga ini berkembang dari permainan sederhana di danau beku menjadi cabang bergengsi yang dipertandingkan di Olimpiade Musim Dingin.

Jejak awal curling ditemukan melalui batu granit bertahun 1511 yang berasal dari Skotlandia. Pada masa itu, masyarakat setempat memainkan curling di atas permukaan es alami dengan peralatan seadanya. Nama “curling” diyakini berasal dari kata curr, yang menggambarkan suara gemuruh batu saat meluncur di atas es.

Perkembangan signifikan terjadi pada abad ke-18 ketika Royal Caledonian Curling Club (RCCC) dibentuk dan mulai menetapkan aturan resmi. Melalui migrasi warga Skotlandia, curling kemudian menyebar ke , Utara, dan menjadi sangat populer di .

Curling sempat tampil sebagai cabang demonstrasi Olimpiade Musim Dingin 1924 di Chamonix, Prancis, sebelum akhirnya resmi dipertandingkan pada Olimpiade Musim Dingin Nagano 1998. Sejak saat itu, curling terus berkembang dengan sistem pertandingan dan regulasi yang semakin di bawah naungan World Curling Federation.

Aturan Dasar Permainan Curling

Dalam pertandingan curling, dua saling berhadapan dengan masing-masing terdiri dari pemain, yaitu lead, second, third (atau vice-skip), dan skip. Setiap pemain memiliki peran berbeda dalam strategi dan eksekusi lemparan.

Satu pertandingan terdiri dari sejumlah babak yang disebut end, umumnya berjumlah delapan hingga sepuluh end. Pada setiap end, masing-masing tim melemparkan delapan batu granit secara bergantian ke arah target berbentuk lingkaran konsentris yang disebut house.

Batu yang digunakan terbuat dari granit khusus dengan berat sekitar 19–20 kilogram. Penilaian poin dilakukan di setiap end, di mana hanya satu tim yang berhak mencetak angka. Skor ditentukan dari jumlah batu tim tersebut yang posisinya paling dekat dengan pusat house (button), selama batu tersebut lebih dekat dibanding batu terdekat milik lawan.

Cara Bermain Curling