Palu, , yang dikenal dengan julukan The Killer, semakin dekat dengan targetnya untuk meraih di -Sumut.

Peraih medali di PON XX-2021 Papua ini kini menjalani latihan intensif di pemusatan latihan daerah (Puslatda) yang bertempat di Yonif 711/Raksatama.

Saat ditemui di tempat latihannya The Killer Biliar Maleo Atas, atlet asal Morowali ini tampak optimistis.

“Lawan saya di final PON Papua 9 single, Arun Sniper, telah meninggal. Sekarang saya berusaha mengalahkan lawan dengan latihan keras,” ujar Ardin yang memiliki handicap 6, didampingi pelatihnya Bobby, Jumat (14/6/2024).

Dalam sehari, Ardin menyelesaikan 200 game level, atau 10 poin per break bola habis. Ia setidaknya memukul 180 bola, yang memakan waktu minimal 4 jam.

“Jika meja biliar PON yang disewa 8 ball nanti sudah datang, saya akan menambah jam latihan agar semakin mantap,” tambah Ardin.

Ardin akan berlaga di nomor 8 dan 9 single di PON 2024 Aceh-Sumut. Pada bola 9, ia berhasil lolos ke 8 besar BK PON, yang memastikannya berlaga di dua nomor.

Nama Ardin Wiranata mulai meroket setelah berhasil mencapai final PON XX-2021 Papua, di mana ia mengalahkan beberapa pemain biliar top Indonesia.

Namun, di final, ia harus mengakui keunggulan Arun dari Kalsel dengan ketat 9-7. Arun meninggal pada April 2023.

“Saya tidak beruntung waktu itu, kalah lose streak 3-0 karena bola putih masuk. Meski sempat mengejar menjadi 3-3, keberuntungan tidak berpihak,” kenang Ardin.

Perolehan medali perak di PON XX-2021 Papua mencatatkan sejarah sebagai medali pertama bagi atlet sepanjang keikutsertaan di PON.

Kini, Ardin bertekad untuk mengubah warna medali menjadi emas di PON 2024. (*)