Truestorysport – Arsenal mengenang kembali salah satu momen paling berkesan dalam sejarah tur pramusim mereka, ketika The Gunners sukses menaklukkan Manchester United dalam sebuah turnamen empat tim di Afrika Selatan pada awal 1990-an.
Dilansir dari laman resmi klub, turnamen tersebut turut melibatkan dua raksasa Johannesburg, Orlando Pirates dan Kaizer Chiefs. Antusiasme publik Afrika Selatan begitu terasa karena panitia berhasil menghadirkan juara Liga Premier Inggris kala itu serta Arsenal, yang baru saja menyapu bersih dua gelar domestik musim 1992/1993.
Seluruh pertandingan digelar di Ellis Park, stadion legendaris yang dipenuhi puluhan ribu penonton. Atmosfer laga Arsenal kontra Manchester United pun berlangsung luar biasa riuh dan jauh berbeda dari nuansa sepak bola Inggris.
“Untuk pertama kalinya, saya mendengar vuvuzela, yang kemudian menjadi terkenal saat Afrika Selatan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2010. Suaranya terus terdengar sepanjang pertandingan,” kenang pemain sayap Arsenal, Anders Limpar yang dikutip Truestorysport, Jumat (23/1)
“Ada juga penabuh drum di antara penonton, sesuatu yang jarang Anda temukan di sepak bola Inggris.”
Gol Ian Wright Bawa Kemenangan untuk Meriam London
Di atas lapangan, Arsenal tampil efektif. Dua gol penalti Ian Wright, yang dieksekusi sempurna melewati kiper legendaris Peter Schmeichel, memastikan kemenangan 2-0 atas tim asuhan Alex Ferguson.
Namun, laga tersebut bukan satu-satunya kenangan tak terlupakan bagi para pemain kedua tim. Momen paling emosional justru terjadi di luar lapangan, ketika Arsenal dan Manchester United mendapat kesempatan bertemu langsung dengan Nelson Mandela, aktivis anti-apartheid yang dibebaskan dari penjara pada 1990 setelah menjalani sebagian besar hukuman 27 tahun di Pulau Robben.