Palu, truestorysport – Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Sulawesi Tengah resmi membuka Kursus Wasit C2 yang digelar pada 9–14 Desember 2025. Pembukaan kegiatan berlangsung pada Selasa (9/12/2025) di Gedung Transit Asrama Haji Palu, dihadiri instruktur nasional serta para peserta dari berbagai daerah.
Kursus lisensi C2 ini merupakan jenjang lanjutan bagi para wasit yang sebelumnya telah mengantongi lisensi C3. Total 25 peserta mengikuti pelatihan ini, terdiri dari 17 wasit daerah Sulawesi Tengah, beberapa peserta dari Sulawesi Barat, serta satu peserta dari Sulawesi Selatan.
Seluruh materi kelas digelar di gedung Transit Asrama Haji Palu, sedangkan sesi fisik dan praktik dijadwalkan berlangsung di Lapangan Nunu, Gawalise, serta Tipo.
Ketua Komite Perwasitan Asprov PSSI Sulteng, Mohamad Rezah Filsavad, menegaskan bahwa profesi wasit adalah tugas yang tidak mudah dan hanya dapat dijalankan oleh mereka yang memiliki dedikasi tinggi.
“Menjadi seorang wasit adalah hal yang luar biasa. Tidak semua orang bisa memikul tanggung jawab ini,” ujarnya.
Rezah menjelaskan, Asprov PSSI Sulteng saat ini telah bertambah menjadi 91 wasit C2 dan keseluruhan wasit 420 orang.
Menurutnya, peningkatan kualitas perangkat pertandingan harus terus dilakukan, sejalan dengan kebutuhan kompetisi yang semakin berkembang di daerah.
Ia menekankan pentingnya karakter yang diusung dalam kursus ini, yakni berwibawa, tegas, dan bertanggung jawab.
Menurut Rezah, wasit kerap menjadi pihak yang menerima tekanan dan kritik saat memimpin pertandingan.
Karena itu, peserta diminta memanfaatkan pelatihan selama lima hari secara maksimal.
“Rajinlah bertanya kepada instruktur. Ini kesempatan meningkatkan kapasitas diri,” pesannya.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Executive Committee (Exco) Asprov PSSI Sulteng, Ismail Pangeran. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa tema kursus sudah sangat jelas mengarahkan para wasit untuk menjaga kewibawaan dan menjunjung tinggi integritas.
“Wasit harus berwibawa dan tidak boleh terpengaruh oleh iming-iming apa pun. Jika ingin naik level, konsistensi adalah kuncinya,” tegas Ismail.
Ia berharap seluruh peserta mengikuti proses pelatihan dengan serius, karena kualitas wasit akan menjadi cerminan organisasi.
“Jaga kewibawaan organisasi dan tunjukkan kepemimpinan yang baik di lapangan,” tambahnya.
Dengan terselenggaranya kursus ini, Asprov PSSI Sulteng berharap para wasit semakin siap menghadapi tantangan kompetisi, sekaligus memperkuat kualitas perwasitan sepak bola di Sulawesi Tengah.