Palu, Truestorysport – Asosiasi (Asprov) PSSI Sulawesi Tengah mendorong kompetisi sepak bola usia dini sebagai fondasi untuk melahirkan -pemain berkualitas dan memperkuat prestasi sepak bola daerah.

Hal itu disampaikan Plt Sekretaris , Jely Rompas, dalam laporan pembukaan Piala Gubernur Piala Soeratin U- dan di Lapangan PS Gawalise, Kelurahan Tipo, Kota Palu, Selasa (2/9/2026).

Jely menilai kompetisi usia dini di Sulawesi Tengah saat ini masih terbatas. Dari 52 klub yang mengikuti 4 serta satu klub Liga 3, menurutnya baru sekitar 16 klub yang memiliki pembinaan usia dini.

“Saat ini Sulteng hanya punya tiga kompetisi usia pembinaan usia muda,” kata Jely.

Tiga kompetisi tersebut yakni Liga Top Skor yang bergerak di sektor grassroots, yang digagas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Piala Soeratin sebagai kompetisi resmi yang digulirkan PSSI.

Menurut Jely, jumlah tersebut masih belum cukup untuk membangun ekosistem pembinaan usia muda yang kuat di Sulawesi Tengah.

Ia bahkan membandingkan kondisi tersebut dengan Sulawesi Selatan. Menurutnya, daerah tersebut mampu menggulirkan hingga 10 kompetisi usia dini setiap tahun di luar kompetisi resmi PSSI.

“Ini masih terhitung kurang sebagai fokus untuk pembinaan grassroots kita di Sulawesi Tengah,” ujarnya.

Prestasi Harus Dibangun Sejak Dini

Jely menegaskan pembinaan pemain tidak bisa dilakukan secara instan. Untuk melahirkan tim daerah yang kuat dan mampu bersaing di tingkat nasional, prosesnya harus dirancang sejak usia dasar.

“Untuk melahirkan tim daerah yang kuat dan berprestasi, kita harus merencanakan dan mendesain sejak usia dini atau dasar,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa tanpa desain pembinaan yang jelas, Sulawesi Tengah akan terus bergantung pada tim instan ketika menghadapi kompetisi besar.

“Prestasi olahraga itu dibangun harus by design, not by accident,” katanya.

Menurut Jely, pembinaan berjenjang menjadi salah satu kunci untuk mewujudkan prestasi sepak bola Sulawesi Tengah, termasuk meraih medali pada Pekan Olahraga Nasional (PON).

Karena itu, ia berharap Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah tidak hanya memberikan dukungan terhadap kompetisi kelompok usia dewasa, tetapi juga memperbanyak kompetisi usia dini.

“Kami berharap Pak Gub bukan hanya mensupport pertandingan usia dewasa, tapi bisa memutar kompetisi berjenjang usia dini. Pembinaan U-13, U-15, dan U-17,” ujarnya.

Makin Banyak Kompetisi, Makin Banyak Talenta

Jely meyakini semakin banyak wadah kompetisi bagi anak-anak, semakin besar peluang Sulawesi Tengah menemukan talenta-talenta baru yang nantinya mampu bersinar di level nasional maupun internasional.

“Makin banyak wadah anak-anak kita untuk berkompetisi, makin banyak bintang-bintang lainnya yang akan kita tonton dengan membanggakan Sulawesi Tengah di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.

Ia berharap semangat pembinaan tersebut sejalan dengan jargon Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, ““, sehingga sepak bola daerah dapat berkembang dan semakin diperhitungkan di Indonesia. (*)