Liverpool: Liga Champions Jadi Pelarian Sekaligus Pembuktian

Uniknya, musim ini Liverpool justru tampil lebih meyakinkan di Eropa ketimbang di . Di bawah komando Arne Slot, Liga Champions seolah jadi panggung favorit The Reds.

Kemenangan atas Real , , hingga Inter di San Siro jadi bukti bahwa DNA Eropa Liverpool masih hidup. Pada matchday keenam, mereka bahkan menaklukkan Inter 1-0 lewat penalti Dominik Szoboszlai.

Saat ini, Liverpool sejajar dengan Atletico Madrid dalam perolehan dan selisih . Bedanya cuma satu: produktivitas gol. Makanya, di Marseille ini super penting.

Tapi ingat, main di Orange Vélodrome itu nggak pernah gampang. Tekanan suporter dan tuntutan hasil bisa jadi ujian mental sesungguhnya buat Slot dan pasukannya.

Marseille Siap Manfaatkan Kandang

Di sisi lain, Marseille jelas nggak mau cuma jadi pelengkap. Dukungan penuh publik Velodrome bakal jadi bahan bakar ekstra.

Lini depan mereka terbilang menakutkan. Pierre-Emerick Aubameyang masih tajam, Mason Greenwood kreatif, dan lini tengah yang dikomandoi Pierre-Emile Højbjerg bikin permainan Marseille lebih seimbang.

Kalau Liverpool lengah sedikit saja, bisa langsung menghukum.

Perkiraan Susunan

Marseille (4-2-3-1):

Rulli; Murillo, Balerdi, Medina, Emerson; O’Riley, Højbjerg; Weah, Greenwood, Paixão; Aubameyang

Liverpool (4-2-3-1):

; Frimpong, Konaté, Van Dijk, Robertson; Mac Allister, Gravenberch; Szoboszlai, Wirtz, Gakpo; Ekitike. (*)