Palu, truestorysports – Sulawesi Tengah, salah satu daerah dengan sejarah panjang dalam melahirkan pemain berbakat, kini hanya menyisakan dua wakilnya di kompetisi sepak bola tertinggi Indonesia, Liga 1.
Kedua pemain tersebut adalah Tri Setiawan yang bermain untuk PSIS Semarang dan Witan Sulaeman, pemain timnas yang kini membela Persija Jakarta.
Tri Setiawan yang kelahiran Parigi Moutong (Parimo) direkrut sejak musim 2022/2023 untuk mengisi slot pemain muda.
Musim 2024/2025 Tri sudah menyarangkan dua gol bersama Laskar Mahesa Jenar, julukan PSIS.
Sedangkan Witan Sulaeman baru pertama hadir di Liga 1 setelah melanglang buana di liga luar. Ia jarang bermain bersama Persija karena kerap dipanggil timnas Indonesia, asuhan head coach Shin Tae-Yong.
Kehadiran mereka pum menjadi bukti bahwa Sulteng tetap memiliki talenta sepak bola yang mampu bersaing di panggung nasional.
Namun, dibandingkan masa sebelumnya, jumlah pemain asal daerah ini di Liga 1 mengalami penurunan signifikan.
Sebelumnya, nama-nama besar seperti Fadil Sausu, Sandi Sute, Rivaldi, Fikri Ardiansyah, dan Rendy Saputra sempat mewarnai kompetisi sepak bola tanah air.
Mereka menjadi ikon sekaligus inspirasi bagi generasi muda Sulawesi Tengah yang bermimpi mengikuti jejak para pendahulunya.
Meski kini hanya menyisakan dua nama, potensi Sulawesi Tengah untuk kembali melahirkan pemain-pemain berkualitas tetap terbuka lebar.
Akademi-akademi sepak bola di daerah ini terus berupaya mencetak talenta baru yang diharapkan mampu bersinar di masa depan.
Perjalanan Tri Setiawan dan Witan Sulaeman di Liga 1 tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Sulawesi Tengah, tetapi juga harapan bahwa daerah ini dapat kembali menjadi salah satu penghasil pemain terbaik di Indonesia. (*)
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.