Palu, truestorysport – Skuad sepak bola putra Sulawesi Tengah (Sulteng) yang lolos ke PON XXI Aceh-Sumatera Utara terancam kehilangan 10 pemainnya. Hal ini dikarenakan adanya isu berhembus terkait perubahan regulasi terkait batasan usia pemain.
Sebelumnya, pada babak kualifikasi PON, batas maksimal usia pemain adalah kelahiran tahun 2003. Namun, untuk PON Aceh-Sumut, regulasi usia kabarnya diubah menjadi kelahiran tahun 2004.
Perubahan ini berakibat fatal bagi Sulteng. Dari 23 pemain yang meloloskan tim, 10 di antaranya berusia di atas 20 tahun pada saat PON berlangsung. Mereka adalah Luhur Istighfar (kiper), Damar, M Rizky Saputra, Anand Affandi, Ichwansyah, Arief Khalik, Alfis Syahri, Wahyu Alman Poru, Agil Aprianto, dan Abd Sabir.
Sekretaris Umum Asprov PSSI Sulteng, Harry Sumampouw, mengatakan pihaknya belum menerima surat resmi dari PSSI terkait perubahan regulasi tersebut.
“Belum ada pemberitahuan secara resmi dari PSSI pusat. Kalau itu benar, tentunya kami akan lakukan seleksi kembali,” kata Harry.
“Asprov tetap melakukan seleksi lagi karena kita kan mana tahu kondisi 23 pemain yang ada saat ini, apalagi setelah pra PON anak-anak sudah kembali ke klubnya. Dengan durasi hampir enam bulan pasca Pra PON, tentunya akan banyak perubahan pada kondisi anak-anak.”
Harry menambahkan, Asprov akan membuka kembali seleksi pemain yang merujuk pada regulasi baru, yaitu pemain kelahiran per 1 Januari 2004.
“Tapi, harapan kami tidak ada perubahan pada regulasi,” harapnya.
Sebagai informasi, lolosnya Sulteng ke PON Aceh-Sumut menjadi momen bersejarah. Pasalnya, ini merupakan pertama kalinya Sulteng kembali lolos ke PON sepakbola setelah absen di tiga penyelenggaraan sebelumnya.
Pencapaian ini diraih setelah Sulteng menjuarai kualifikasi grup D di Gorontalo pada Oktober 2023. (*)
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.