Rabat, Truestorysport — Jelang pertandingan final 2025/26 antara Senegal dan Maroko, Sepak Senegal (FSF) melayangkan kritik keras terhadap kurangnya prinsip fair play dan perlakuan terhadap nasionalnya dalam persiapan menghadapi puncak. Final akan berlangsung di Stadion Prince Moulay Abdellah, Rabat, pada Minggu malam waktu setempat.

Dalam pernyataan federasi yang dikeluarkan pada Sabtu pagi, FSF menyatakan kekhawatiran atas beberapa masalah yang dinilai merugikan timnya.

Keluhan pertama adalah kurangnya pengamanan yang memadai saat kedatangan pemain dan staf di Rabat setelah mereka melakukan perjalanan dengan kereta dari Tangier.

Menurut pernyataan federasi, delegasi Senegal diterima tanpa pengawalan yang layak, sehingga pemain dan staf terpapar kerumunan besar yang berpotensi menimbulkan risiko keselamatan.

Selain masalah keamanan, federasi juga mengkritik fasilitas akomodasi dan latihan yang disediakan. FSF menyatakan hotel pertama yang ditawarkan kepada tim kurang layak untuk tim finalis, sehingga mereka terpaksa mengajukan protes resmi sebelum mendapat akomodasi yang lebih sesuai.

Federasi bahkan secara tegas menolak tawaran untuk menggunakan fasilitas latihan di kompleks yang juga digunakan oleh tim nasional Maroko, dengan alasan ini menciptakan pertanyaan tentang keadilan kompetitif.

Isu lain yang menjadi sorotan adalah alokasi tiket untuk pendukung Senegal. Meskipun kapasitas stadion mencapai sekitar 69.500 penonton, federasi hanya diberikan sedikit tiket, yang dinilai tidak mencukupi bagi permintaan dan yang diharapkan dari mereka.

FSF menyebut pembagian tiket tersebut tidak adil dan merugikan penggemar Senegal.

Tidak hanya menyoroti isu logistik dan keamanan, Senegal juga meminta konfederasi sepak bola Afrika (CAF) dan panitia lokal mengambil tindakan segera untuk menjamin prinsip fair play, kesetaraan perlakuan, dan keamanan yang layak sebagai bagian dari perayaan sepak bola kontinental.

Kritikan ini semakin menambah tensi menjelang pertandingan final yang sangat dinantikan.

Final 2025/26 ini mempertemukan dua kekuatan sepak bola Afrika, dengan Maroko berambisi mengakhiri penantian 50 tahun meraih gelar, sementara Senegal berusaha mempertahankan prestasi dan meraih titel kedua mereka. Pertandingan diperkirakan akan berlangsung sangat ketat, baik di dalam maupun di luar lapangan. (*)