Truestorysport — Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menilai penunjukan Indonesia sebagai tuan rumah FIFA Series 2026™ merupakan bukti nyata kepercayaan FIFA.
Itu menurut dia, juga memberi sinyal bahwa Timnas Indonesia mulai diperhitungkan di level global.
Menurut Erick, kesempatan ini harus dimanfaatkan secara maksimal, tidak hanya sebagai kehormatan menjadi tuan rumah, tetapi juga sebagai ajang pembuktian kualitas timnas menghadapi lawan dengan karakter permainan yang beragam.
“Menghadapi tim dari Eropa, Oseania, dan Amerika memberikan variasi gaya bermain yang sangat penting bagi perkembangan tim. Para pemain kita akan terbiasa secara mental dan kualitas teknis,” ujar Erick Thohir di Jakarta dikutip dari laman resmi PSSI, Senin (19/1/2026).
Ia menegaskan, FIFA Series bukan sekadar laga persahabatan biasa, melainkan ujian penting untuk membangun fondasi tim nasional yang lebih matang dan kompetitif di level internasional.
“Ini adalah ujian, sekaligus peluang untuk membangun tim yang tangguh dan siap bersaing di level dunia,” lanjut Erick.
Indonesia akan bersaing satu grup dengan Bulgaria, Kepulauan Solomon, dan St. Kitts and Nevis, tiga tim dari konfederasi berbeda.
Erick menilai keberagaman ini sangat krusial bagi proses pembelajaran pemain, khususnya dalam menghadapi perbedaan tempo, fisik, dan taktik.
Turnamen ini juga memiliki makna strategis karena menjadi debut resmi pelatih anyar Timnas Indonesia, John Herdman.
Kehadiran pelatih dengan pengalaman membawa Kanada ke Piala Dunia 2022 diharapkan mampu mempercepat transformasi tim nasional.
Secara keseluruhan, FIFA Series 2026 akan melibatkan 48 tim nasional dari enam konfederasi FIFA, dengan sembilan grup putra dan tiga grup putri.
Untuk kategori putra, tuan rumah yang telah dikonfirmasi antara lain Australia, Azerbaijan, Indonesia, Kazakhstan, Selandia Baru, Puerto Riko, Rwanda, dan Uzbekistan.
Sementara pertandingan putri akan digelar di Brasil, Pantai Gading, dan Thailand. (*)