Truestorysport – Atletico dan Brugge akan kembali berhadapan pada leg kedua Playoff 16 Besar Champions 2025/2026. Laga ini diprediksi berlangsung sengit mengingat kedua tim sama-sama membawa ambisi besar untuk melangkah lebih jauh di kompetisi elite Eropa tersebut.

Seperti lazimnya perjalanan sebuah tim dalam satu musim, performa Atletico maupun Brugge mengalami pasang surut. Namun justru dinamika itulah yang membuat duel ini menjanjikan drama, tekanan, serta potensi terciptanya rekor .

Berikut lima catatan menarik jelang pertandingan krusial tersebut:

1. Atletico Tajam Lewat Umpan Terobosan

Musim ini, Atletico menjadi salah satu tim paling agresif dalam membongkar pertahanan lawan. Rata-rata 8,1 umpan terobosan per pertandingan mereka hanya kalah dari Paris Saint-Germain (8,2).

Namun, pada leg pertama melawan Brugge, Los Rojiblancos hanya mencatat lima umpan terobosan—jumlah terendah mereka di Liga Champions musim ini (sama seperti saat menghadapi Arsenal). Catatan ini menunjukkan masih adanya ruang perbaikan dalam kreativitas serangan.

2. Brugge Andalkan Energi Pemain

Club Brugge tampil impresif lewat kontribusi pemain muda. Mereka telah mencetak 10 gol melalui pemain berusia 21 tahun atau lebih muda, termasuk satu gol Nicolo Tresoldi pada leg pertama.

Sepanjang sejarah Liga Champions, hanya tiga tim yang pernah mencatat lebih banyak gol dari pemain muda dalam satu edisi: Barcelona (2008/09 – gol), Borussia Dortmund (2020/21 – 13 gol), dan Monaco (1997/98 – 11 gol). Statistik ini menegaskan kualitas regenerasi Brugge musim ini.

3. Julian Alvarez Jadi Mesin Gol

Julian Alvarez tampil konsisten di panggung Eropa. Ia terlibat langsung dalam 27 gol dari 33 pertandingan terakhirnya di Liga Champions (20 gol, 7 assist). Bersama Atletico, Alvarez sudah mencatat 15 keterlibatan gol dalam 16 laga terakhir (12 gol, 3 assist).

Produktivitasnya akan menjadi senjata utama Atletico untuk menekan Brugge sejak menit .

4. Hans Vanaken, Otak Permainan Brugge

Tak ada pemain Brugge yang lebih dominan dibanding Hans Vanaken musim ini. Ia mencatat lima keterlibatan gol (dua gol, tiga assist), 93 umpan terobosan, serta 46 kali penguasaan bola kunci di Liga Champions.

Peran sentral Vanaken membuat lini tengah Brugge tetap stabil sekaligus berbahaya saat menyerang.

5. Rekor Tandang Brugge di Bawah Ivan Leko

Di bawah asuhan Ivan Leko, Brugge hanya kalah sekali dalam delapan laga terakhir Liga Champions (3 menang, 4 seri). Satu-satunya kekalahan terjadi saat menghadapi Arsenal yang memimpin fase liga musim ini.

Mereka juga tak terkalahkan dalam tiga laga tandang terakhir di kompetisi ini (2 menang, 1 seri). Jika kembali menghindari kekalahan, Brugge akan mencatat sejarah baru dengan empat laga tandang tanpa kekalahan di bawah satu manajer di Liga Champions.