Mataram, Truestorysports — Federasi Dancesport dan Breaking Indonesia (FDBI) Sulawesi Tengah kembali menunjukkan dominasinya di kancah nasional dengan meraih tiga medali pada ajang Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) VIII yang berlangsung di Taman Budaya, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Minggu (27/7/2025).
Dari ajang bergengsi tersebut, kontingen FDBI Sulteng membawa pulang masing-masing satu medali emas, satu perak, dan satu perunggu.
Prestasi paling membanggakan datang dari breaking battle 2 vs 2 open mixes. Tim andalan Sulawesi Tengah yang diperkuat oleh duet Muhammad Abdi Zaman dan Ardiansyah sukses mempertahankan medali emas untuk ketiga kalinya secara berturut-turut di ajang FORNAS.
Sebelumnya, keduanya juga meraih medali emas pada FORNAS VI di Sumatera Selatan dan FORNAS VII di Jawa Barat.
Pada laga final kali ini, Abdi dan Ardi tampil impresif dan berhasil menumbangkan tim kuat dari DKI Jakarta. Kemenangan tersebut menjadi penegasan dominasi mereka di nomor 2 vs 2 breaking.

“Alhamdulillah, saya bersyukur bisa meraih hattrick emas di FORNAS. Ini berkat kerja keras dan kekompakan tim,” ujar Abdi usai pertandingan.
Tak hanya dari nomor beregu, Abdi juga mencatat prestasi pribadi dengan menyumbangkan medali perak di nomor 1 vs 1 breaking open.
Sementara itu, rekan setimnya, Kevin Praditya Permana, turut mempersembahkan medali perunggu di nomor yang sama.

Ketua FDBI Sulawesi Tengah, Samsinar Z Moga, memberikan apresiasi tinggi kepada para atletnya yang telah berjuang habis-habisan di medan lomba.
“Anak-anak bertanding selama kurang lebih 13 jam tanpa henti. Ini luar biasa. Kerja keras dan semangat mereka patut diapresiasi,” kata Samsinar.
Ia menambahkan, torehan tiga medali ini menjadi peningkatan signifikan dibanding keikutsertaan FDBI Sulteng pada FORNAS sebelumnya, yang hanya berhasil membawa pulang satu medali emas.
“Prestasi ini menjadi bukti bahwa pembinaan kami berjalan ke arah yang positif. Kami berharap capaian ini menjadi motivasi untuk meraih lebih banyak medali di ajang FORNAS berikutnya,” pungkasnya. (*)