– Laga ke- BRI menyisakan cerita penuh makna bagi PSIM Yogyakarta, Franco Ramos. Meski PSIM sukses meraih kemenangan meyakinkan 3-0 atas FC di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, pada 10 Januari lalu, Franco harus merasakan dua sisi emosi yang bertolak belakang dalam satu pertandingan.

Bek jangkung asal tersebut tampil sebagai satu aktor penting kemenangan PSIM. Franco mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-63 melalui sundulan keras yang memanfaatkan situasi bola mati. Ia berhasil menyambut sepak pojok dengan sempurna dan membawa Laskar Mataram menjauh dari kejaran tuan rumah.

“Tendangan bebas jelas bukan tugas utama saya, tetapi saya selalu berusaha membantu tim saat kami mendapatkan tendangan bebas atau tendangan sudut,” ujar Franco Ramos dilansri dari laman resmi .

Gol tersebut terasa semakin spesial karena menjadi gol pertamanya di Indonesia. Lebih dari itu, Franco mempersembahkan momen berharga tersebut untuk sosok yang sangat berarti dalam hidupnya.

“Itu sangat spesial karena membantu tim meraih tiga poin dan juga gol pertama saya di Indonesia. Saya dedikasikan gol ini untuk ibu saya, dan dia tahu itu,” tuturnya.

Namun, kebahagiaan Franco tak bertahan lama. Hanya berselang 10 menit setelah mencetak gol, bernomor punggung empat itu harus meninggalkan lapangan lebih cepat setelah menerima kartu merah pada menit ke-73. Insiden tersebut mengubah suasana hatinya dalam sekejap.

“Ini sulit karena saya merasakan banyak emosi. Pertama kebahagiaan, lalu kesedihan. Tapi ini sepak bola dan itu bisa terjadi pada siapa saja,” ungkap Franco.