Palu, Truestorysport – Pengurus Provinsi Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Sulawesi Tengah menggelar Musyawarah Kerja Provinsi (Mukerprov) di salah satu hotel di Kota Palu, Kamis (5/11/2026).
Musyawarah kerja tersebut menjadi momentum bagi PBSI Sulteng untuk mengevaluasi pelaksanaan program selama satu tahun sekaligus menyusun agenda organisasi dan pembinaan atlet ke depan.
Ketua PBSI Sulteng, Gufran Ahmad, mengatakan sejumlah agenda yang telah ditetapkan dalam musyawarah kerja sebelumnya dapat berjalan dengan baik.
“Alhamdulillah, beberapa agenda yang kita jadwalkan hasil musyawarah kerja kemarin sudah berjalan dengan baik,” kata Gufran.
Menurutnya, Mukerprov kali ini diharapkan tidak sekadar menghasilkan banyak program, tetapi menetapkan sejumlah agenda yang benar-benar dapat dilaksanakan secara efektif.
Gufran meminta program kerja PBSI Sulteng disusun secara realistis dengan mempertimbangkan kemampuan organisasi, terutama di tengah kondisi efisiensi anggaran.
“Saya berharap kita menyusun program ini jangan banyak-banyak. Kalau terlalu banyak juga nanti tidak akan fokus. Biar satu, tapi jalan,” ujarnya.
Ia mengatakan PBSI Sulteng memiliki banyak hal yang ingin dilakukan untuk mengembangkan bulutangkis, namun keterbatasan kemampuan organisasi harus menjadi pertimbangan dalam menentukan prioritas.
Menurut Gufran, mengurus organisasi olahraga pada dasarnya merupakan bagian dari pengabdian. Karena itu, keberhasilan program tidak semata-mata diukur dari banyaknya kegiatan, tetapi dari dampaknya terhadap pembinaan dan prestasi atlet.
Kejar Prestasi Nasional
Gufran juga menyoroti target prestasi PBSI Sulteng. Ia mengakui hingga saat ini belum ada prestasi nasional yang menjadi capaian utama PBSI Sulteng.
Karena itu, pembinaan prestasi menjadi salah satu fokus yang perlu diperkuat, termasuk mempersiapkan atlet agar ke depan mampu bersaing dan menjadi bagian dari kontingen Sulawesi Tengah pada PON.
“Kita PBSI juga mengukur. Belum ada prestasi nasional. Apalagi kita berharap ke depan PON itu kita bisa sebagai salah satunya,” ujarnya.
Meski demikian, Gufran menegaskan PBSI Sulteng tetap berupaya aktif mengikuti agenda kejuaraan resmi yang digelar PBSI.
Menurutnya, meski tidak semua agenda dapat diikuti dalam skala besar, PBSI Sulteng berusaha tidak absen dari kejuaraan resmi yang menjadi bagian dari kalender kompetisi.
Berharap Kembali Jadi Tuan Rumah Sirnas
Selain pembinaan atlet, PBSI Sulteng juga membuka peluang untuk kembali menjadi tuan rumah kejuaraan nasional.
Gufran mengatakan pihaknya belum dapat mengambil agenda Sirnas 2027. Namun, ia berharap pada kesempatan berikutnya Sulawesi Tengah kembali dipercaya menjadi tuan rumah Sirnas.
“Harapan ke depan, mudah-mudahan kita bisa disetujui lagi sebagai tuan rumah Sirnas,” katanya.
Menurut Gufran, menjadi tuan rumah Sirnas bukan hanya soal penyelenggaraan pertandingan. Kehadiran kompetisi berskala nasional di Sulteng juga menjadi bagian dari proses menuju penyelenggaraan kejuaraan yang lebih tinggi.
Ia bahkan berharap Sulawesi Tengah suatu saat dapat menjadi tuan rumah International Challenge, yang diikuti atlet dari sejumlah negara Asia.
Untuk mewujudkan peluang tersebut, kesiapan fasilitas dan infrastruktur menjadi faktor penting. Gufran menilai Sulawesi Tengah memiliki sejumlah keunggulan, terutama dari sisi akses penerbangan, akomodasi dan perhotelan.
Lokasi gedung olahraga yang berada di kawasan perkotaan juga dinilai memudahkan mobilitas atlet dan peserta selama kejuaraan.
“Fasilitas yang ada di Sulawesi Tengah itu mendukung dari sisi penerbangan, akomodasi, perhotelan dan lainnya,” ujarnya.
Dorong Dukungan CSR untuk Olahraga
Dalam upaya memperkuat pembinaan, Gufran juga mendorong komunikasi yang lebih intensif dengan perusahaan yang beroperasi di sejumlah daerah di Sulawesi Tengah.
Ia secara khusus menyebut Kabupaten Morowali, Morowali Utara dan Banggai yang memiliki potensi sumber daya alam serta banyak perusahaan.
Menurutnya, peluang dukungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan olahraga.
“Morowali, Morowali Utara, Banggai yang memang punya potensi sumber daya alam dan perusahaan yang begitu banyak masuk di sana itu bisa bangun komunikasi. CSR-nya itu karena memang aturannya di DBON bisa untuk olahraga. Itu sudah ada aturannya, tinggal kita lobi-lobi,” jelasnya.
Gufran berharap seluruh program yang disusun dalam Mukerprov dapat menjadi pedoman bagi PBSI Sulteng dalam menjalankan organisasi, terutama dalam memperkuat pembinaan dan meningkatkan prestasi atlet.
“Alhamdulillah, kita berharap agenda dan kegiatan Pengprov PBSI Sulawesi Tengah bisa kita pedomani, bisa kita laksanakan dengan niat betul-betul pengabdian di organisasi,” pungkasnya.
Mukerprov tersebut turut dihadiri Sekretaris Umum KONI Sulawesi Tengah Andi Nur B. Lamakarate serta perwakilan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulteng, yakni Kepala Bidang Sarana dan Prasarana, Zulfikar.