Truestorysports – Jonatan Christie harus mengakhiri langkahnya di Malaysia Open 2026 setelah kalah di babak nomor tunggal putra, Sabtu.

Pebulu tangkis andalan Indonesia itu takluk dari unggulan kedua asal , Kunlavut Vitidsarn, dengan 16-21, 16-21 pada MS-SF yang berlangsung sengit.

Sejak gim pertama, Jonatan yang berstatus unggulan keempat berupaya meladeni permainan reli panjang Kunlavut. Namun, kesabaran dan ketenangan menjadi pembeda. Kunlavut mampu menjaga ritme permainan dan memanfaatkan kesalahan Jonatan pada momen-momen krusial, sehingga gim pertama diamankan wakil Thailand dengan skor 21-16.

Memasuki gim kedua, Jonatan sempat mencoba meningkatkan tempo dan agresivitas. Sayangnya, pola permainan Kunlavut yang konsisten kembali menyulitkan.

Beberapa reli panjang yang sempat dimenangkan Jonatan tidak berlanjut dengan perolehan poin berikutnya, karena ia terlalu cepat kehilangan fokus. Kunlavut pun kembali menutup gim kedua dengan skor identik, 21-16, sekaligus memastikan tiket ke .

Usai pertandingan, Jonatan mengakui keunggulan sang lawan dan menilai laga tersebut menjadi bahan evaluasi penting baginya.

“Pertama, bersyukur dulu, puji Tuhan tidak ada dan segala macam. Saya harus akui, hari ini Kunlavut bermain lebih sabar dan lebih tenang,” ujar Jonatan dikutip dari laman resmi PBSI.

Menurutnya, satu pekerjaan rumah terbesar adalah menjaga konsistensi setelah memenangkan reli-reli panjang.

“Beberapa kali saya sudah bisa memenangkan poin, tapi di poin berikutnya justru mudah memberikan poin ke dia dengan sangat cepat. Itu yang cukup jelas dan jadi PR untuk saya,” lanjutnya.

Meski melaju ke final, Jonatan menilai pencapaiannya hingga semifinal tetap memberi dampak positif. Ia merasa sudah memahami letak kesalahan serta strategi permainan yang perlu diperbaiki ke depan.

“Overall sejauh ini cukup baik. Saya tahu di mana kesalahannya dan bagaimana cara bermainnya. Sampai semifinal ini cukup oke, ini jadi boost power, boost motivasi, dan boost kepercayaan diri,” kata Jonatan.

Pebulu tangkis berusia 28 tahun itu berharap berbagai pekerjaan rumah yang ada bisa segera teratasi, sehingga performanya dapat meningkat pada turnamen-turnamen berikutnya. (*)