Palu, Truestorysport – Persipal FC kembali menelan hasil buruk setelah takluk 1-3 dari Persela Lamongan pada lanjutan Pegadaian 2025/ yang digelar di , Sabtu (31/1).

Kekalahan ini memperpanjang catatan negatif Laskar Tadulako yang belum sekalipun meraih kemenangan hingga penutup putaran kedua kompetisi. Persipal masih terpuruk di dasar klasemen dengan koleksi enam poin.

Jumlah tersebut tak mungkin menyamai raihan Persipura Jayapura yang menempati jalur promosi otomatis dengan 37 poin, maupun Barito Putera yang berada di zona play-off promosi dengan 36 poin.

Jalannya Pertandingan

Persela tampil agresif sejak awal laga. Baru tiga menit pertandingan berjalan, Hambali sudah mengancam gawang Persipal, meski tendangannya masih tipis melambung di atas mistar.

Persipal sempat memberi harapan kepada publik tuan rumah setelah membuka keunggulan pada menit ke-40. Berawal dari kemelut di gawang Persela, bola berhasil disambar Poli dan menggetarkan jala untuk membawa Persipal unggul 1-0.

Namun keunggulan tersebut tak bertahan lama. Pada masa injury time babak pertama, Persela berhasil menyamakan kedudukan melalui sundulan Herwin Tri Putra.

Bahkan satu menit berselang, tim tamu berbalik unggul setelah kesalahan fatal pemain belakang Persipal, Ganjar Mukti, yang salah mengirim umpan. Bola berhasil dicuri Titan Agung yang lolos dari kawalan, sementara kiper Rexi yang keluar dari sarangnya menghalau laju sang penyerang. 1-2 menutup babak pertama.

Memasuki babak kedua, Persipal mencoba bangkit. Joshua Isir hampir menyamakan kedudukan, namun tendangannya hanya membentur mistar gawang. Peluang lain juga didapat Rizqi Putra, tetapi sepakan kerasnya masih mampu ditepis kiper Persela.

Alih-alih menyamakan skor, Persipal justru kembali kebobolan. Titan Agung kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-54, sekaligus mengunci kemenangan Persela dengan skor 3-1.

Secara matematis, hasil tersebut memastikan peluang Persipal untuk promosi ke Liga 1 musim depan tertutup. Dengan menyisakan sembilan pertandingan, Nambu dan rekan-rekan maksimal hanya mampu mengumpulkan 32 poin hingga akhir musim.

Hasil ini semakin menegaskan musim berat yang dijalani , sementara Persela terus menjaga asa bersaing di papan atas Grup Timur Pegadaian Championship.