Truestorysports – Jakarta mengawali kiprah mereka di ajang dengan hasil positif.

Tim bertahan itu sukses menundukkan tim debutan Medan Falcons Tirtha Bhagasasi dengan skor telak (25-23, 25-19, 25-21) pada laga pembuka yang berlangsung di GOR Terpadu A. Yani, , Kamis (8/).

Pada pertandingan ini, Bhayangkara Presisi menurunkan sejumlah pemain sarat pengalaman. Mantan setter tim nasional Indonesia, Nizar, menjadi pengatur serangan, didukung middle blocker Yudha, serta deretan pemain seperti Rendy Tamamilang, Angga, dan Hernanda Zulfi yang tampil solid sepanjang laga.

Sementara itu, Medan Falcons Tirtha Bhagasasi yang menjalani di Proliga mengandalkan kekuatan pemain asing Liosbel Mendez, serta middle blocker berpengalaman Gunawan Saputra.

Meski berstatus tim pendatang baru, Falcons mampu memberikan perlawanan sengit, khususnya pada gim pertama.

Falcons sempat mengimbangi permainan Bhayangkara Presisi pada set pembuka. Namun, sejumlah kesalahan sendiri, terutama pada penerimaan servis dan servis error, membuat momentum kerap berpindah. Bhayangkara Presisi sempat unggul cukup jauh 14-9, yang memaksa pelatih Falcons, Ariyanto Joko Susilo, mengambil time out.

Perlahan, Falcons mampu memperkecil jarak hingga hanya terpaut satu angka pada kedudukan 15-16, bahkan menyamakan skor menjadi -17. Saat skor imbang 22-22, Bhayangkara Presisi tampil lebih tenang.

Service ace serta attack error dari kubu Falcons menjadi penentu, sebelum Aimar Khan memastikan kemenangan Bhayangkara Presisi 25-23 di gim pertama.

Memasuki gim kedua, Falcons Tirtha Bhagasasi sempat unggul dengan selisih dua poin. Namun Bhayangkara Presisi mampu menyamakan kedudukan menjadi 16-16, sebelum kembali menjauh 19-17.

Spike-spike keras Rendy Tamamilang yang tampil impresif sulit dibendung pertahanan Falcons, sehingga Bhayangkara Presisi menutup set kedua dengan kemenangan 25-19.

Pada gim ketiga, Falcons kembali berusaha menjaga ritme permainan. Pelatih memasukkan pemain berpengalaman seperti Bagus sebagai setter dan Fahri Septian untuk mempertahankan momentum.

Meski demikian, konsistensi Bhayangkara Presisi menjadi pembeda. Dengan permainan rapi dan minim kesalahan, Bhayangkara Presisi akhirnya mengunci kemenangan set ketiga dengan skor 25-21.

Hasil ini menjadi modal berharga bagi Jakarta Bhayangkara Presisi dalam mempertahankan status mereka sebagai juara bertahan Proliga, sementara Medan Falcons Tirtha Bhagasasi menunjukkan potensi menjanjikan meski harus mengakui keunggulan pada laga debut mereka. (*)