Truestorysport – Pelita Jaya Basketball Jakarta tampil perkasa saat melakoni laga tandang dengan menggilas Pacific Caesar Surabaya 96-53 pada lanjutan Indonesian Basketball League (IBL) 2026 di GOR Pacific Caesar, Surabaya, Sabtu malam.
Kemenangan meyakinkan tersebut mengukuhkan Pelita Jaya sebagai salah satu kandidat kuat di awal musim. Tim asal Ibu Kota itu mempertahankan rekor sempurna dengan dua kemenangan dari dua pertandingan, sekaligus menempati peringkat kedua klasemen sementara dengan koleksi empat poin.
Sejak tip-off, Pelita Jaya langsung mengambil kendali permainan. Pertahanan rapat yang ditampilkan anak asuh Johannis Winar membuat Pacific kesulitan mengembangkan serangan dan kerap kehilangan momentum. Dominasi Pelita Jaya sudah terlihat sejak kuarter pertama dan terus berlanjut hingga laga berakhir.
Center Pelita Jaya, Jeffree Withey, tampil luar biasa dan menjadi momok di area paint. Pemain asing tersebut mencatatkan double-double impresif dengan torehan 25 poin dan 26 rebound, ditambah empat assist, dua steal, serta dua block.
“Ini kemenangan tim. Kami bermain sangat baik, terutama dalam bertahan. Saya hanya berusaha tetap fokus dan mendominasi area paint,” ujar Withey dalam keterangan resminya seusai laga.
Kontribusi Pelita Jaya juga datang dari Darious Moten yang menyumbang 17 poin. Amorie Archibald tampil solid dengan 14 poin, delapan assist, dan tiga steal, sementara Agassi Yeshe Goantara melengkapi kemenangan dengan torehan 10 poin dan empat assist.
Dari sisi statistik, Pacific Caesar tampil jauh di bawah performa terbaiknya. Tuan rumah hanya mampu memasukkan 22 tembakan dari total 87 percobaan, sebuah catatan yang mencerminkan rapuhnya efektivitas serangan mereka. Selisih 43 poin di akhir pertandingan menjadi bukti dominasi penuh Pelita Jaya sepanjang laga.
AJ Bramah menjadi pencetak angka terbanyak bagi Pacific dengan 20 poin dan 13 rebound, meski akurasi tembakannya kurang optimal dengan hanya sembilan tembakan masuk dari 30 percobaan. Anthony Peacock turut menyumbang 17 poin dan 22 rebound, namun belum cukup mengangkat performa tim secara keseluruhan.
Kebuntuan di area paint membuat Pacific lebih sering mengandalkan tembakan jarak jauh. Namun, rendahnya akurasi menjadi kendala utama setelah mereka hanya mampu mencetak lima tembakan tiga angka dari 26 percobaan.
Hasil ini membuat Pacific Caesar menelan dua kekalahan beruntun di awal musim dan akan kembali diuji saat menjamu Rajawali Medan pada laga berikutnya. Sementara itu, Pelita Jaya semakin percaya diri melanjutkan tren positifnya dalam perburuan papan atas IBL 2026. (*)