Palu, Truestorysport – Ikatan Motor Indonesia (IMI) Provinsi Sulawesi Tengah menyiapkan sejumlah agenda besar khususnya sepanjang 2026 sebagai bagian dari penguatan pembinaan dan peningkatan prestasi otomotif daerah.
Hal itu mengemuka dalam Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) ke-VI yang digelar di salah satu hotel di Palu, Kamis (12/2/2026).
Ketua IMI Sulawesi Tengah, Helmy Umar, menyebut tiga fokus utama tahun ini meliputi penyelenggaraan kejuaraan nasional, pelaksanaan seminar dan ujian lisensi, serta rencana pembangunan sirkuit drag bike permanen.
1. Tiga Kejuaraan Nasional
IMI Sulteng memastikan akan menggelar tiga Kejuaraan Nasional (Kejurnas) pada 2026, yakni balap motor, grasstrack, serta drag bike dan drag race.
Kejurnas grasstrack direncanakan berlangsung di Kabupaten Buol, sementara drag bike dan drag race akan digelar di Kota Palu dengan tajuk Berani Drag Bike & Drag Race.
Selain itu, IMI juga menyiapkan dua kejuaraan setingkat nasional, yakni Sulawesi Cup Race dan Drag Sulawesi.
“Dan juga kami nanti di rapat sebentar akan memutuskan beberapa event-event yang akan dilaksanakan secara ee lokal tapi tidak kalah dengan nasional,” ujar Helmy.
2. Seminar dan Ujian Lisensi di Palu
Agenda kedua adalah pelaksanaan seminar dan ujian lisensi resmi dari IMI Pusat yang dijadwalkan berlangsung pada April 2026 di Palu. Dengan kegiatan ini, pembalap dan ofisial tidak perlu lagi ke Jakarta untuk memperpanjang atau mengurus lisensi.
“Daripada kita mengirim banyak orang ke Jakarta, lebih baik instrukturnya yang kita datangkan ke Palu. Ini lebih efisien dan memudahkan teman-teman,” jelas Helmy.
Langkah ini dinilai strategis mengingat pada 2026 Sulawesi Tengah akan menghadapi berbagai event besar, termasuk ajang olahraga tingkat provinsi, yang mensyaratkan lisensi resmi bagi atlet dan ofisial.
3. Rencana Pembangunan Sirkuit Drag Bike
IMI Sulteng juga tengah berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait pembangunan sirkuit drag bike permanen di kawasan hutan kota Palu. Sirkuit tersebut dirancang sepanjang 500 meter dengan lebar 14 meter.
Menurut Helmy, kehadiran sirkuit permanen menjadi kebutuhan mendesak untuk menampung minat generasi muda sekaligus menekan praktik balap liar di jalan raya.
