, truestorysports– Kabar duka menyelimuti dunia olahraga . Inati Buaiyan, atlet gateball yang membawa pulang medali emas untuk Sulteng di ajang Olahraga Nasional (PON) XXI , wafat pada Kamis (12/6/).

Inati dikenal sebagai sosok inspiratif yang turut mengantarkan tim beregu campuran gateball Sulteng menaklukkan tuan rumah Sumatera Utara di final.

Bersama rekan setimnya – Agus Rianto Huma, Aurah, Maman Permono, Randi Fridolin Koi, dan Yusnita – ia tampil luar biasa dan berhasil menyumbang satu dari emas Sulteng di cabang olahraga gateball.

Kepergian Inati bukan hanya kehilangan besar bagi dunia olahraga, tetapi juga bagi institusi tempat ia mengabdi. Almarhumah merupakan ASN aktif di Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tengah.

“Perannya sangat vital di tim. Ia bukan hanya atlet hebat, tapi juga pemberi semangat dan . Kami sangat kehilangan,” ungkap Kepala Pelatih Gateball Sulteng, Asbudianto.

Prestasi Inati menjadi bagian dari tonggak sejarah baru Sulteng di , yang mencatatkan rekor perolehan medali tertinggi sepanjang masa: 8 emas, 7 perak, dan 20 perunggu. Gateball turut menyumbangkan 5 medali: 3 emas, 1 perak, dan 1 perunggu.

Kepergian Inati meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan setim, dan masyarakat Sulteng yang turut bangga atas kontribusinya. Selamat jalan, patriot olahraga.