Truestorysport – Fase liga UEFA 2025/26 berakhir. Perhatian kini sepenuhnya tertuju pada undian (drawing) babak play-off yang akan digelar pada Jumat, 30 Januari waktu setempat di House of European Football, Nyon, Swiss.

Drawing ini akan menentukan nasib 16 klub yang finis di 9 hingga 24 klasemen fase liga. Mereka akan saling berhadapan dalam duel dua leg untuk memperebutkan delapan tiket terakhir menuju babak 16 besar.

Sementara itu, delapan teratas klasemen fase liga sudah memastikan diri otomatis ke fase gugur dan akan menunggu lawan hasil play-off.

Mekanisme Undian Play-off UEFA

UEFA tetap menggunakan sistem unggulan (seeded) dan non-unggulan (unseeded). Tim peringkat 9–16 berstatus unggulan dan akan dipertemukan dengan tim peringkat 17–24 yang masuk kategori non-unggulan.

Setiap pasangan akan memainkan dua leg (kandang dan tandang), dengan keuntungan tampil sebagai tuan rumah pada leg kedua diberikan kepada tim unggulan, sebuah faktor penting dalam format sistem gugur.

Leg pertama play-off dijadwalkan berlangsung pada 17–18 Februari 2026, sedangkan leg kedua akan digelar pada 24–25 Februari 2026.

Format Pasangan Sesuai Regulasi UEFA

UEFA juga telah menetapkan alur pasangan potensial berdasarkan posisi akhir di klasemen fase liga. Sesuai format tersebut, tim peringkat 9 dan 10 akan menghadapi tim peringkat 23 dan 24.

Dengan skema ini, Real dan Inter Milan dipastikan akan berjumpa Bodø/Glimt atau Benfica di babak play-off. Dua raksasa Eropa itu tetap harus waspada, mengingat performa konsisten kedua tim non-unggulan sepanjang fase liga.

Selanjutnya, tim peringkat 11 dan 12, yakni Paris Saint-Germain (PSG) dan Newcastle , akan bertemu wakil dari posisi 21 dan 22. AS dan Qarabağ FK menjadi dua kandidat lawan yang berpotensi memberi kejutan, terutama dengan gaya bermain agresif yang kerap menyulitkan tim besar.