Truestorysports – Striker Timnas Indonesia, Rafael Struick, masih menyimpan penyesalan atas hasil dua laga putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 pada Oktober tahun lalu. Dalam dua pertandingan tersebut, Indonesia gagal meraih kemenangan setelah bermain imbang 2-2 melawan Bahrain dan takluk 1-2 dari China.
Struick menegaskan bahwa Tim Garuda seharusnya bisa mengamankan enam poin dari dua laga tersebut. “Kami seharusnya menang melawan Bahrain dan mendapatkan hasil yang lebih baik melawan China. Kami berpikir ‘bagaimana jika’ kami memenangkan pertandingan tersebut,” ujar Struick dalam wawancara yang dikutip dari laman resmi AFC, Selasa (18/3).
Meski demikian, pemain yang kini memperkuat Brisbane Roar itu tetap optimistis dengan peluang Indonesia. Saat ini, Timnas Indonesia berada di posisi ketiga klasemen sementara Grup C dengan raihan enam poin dari enam pertandingan.
Indonesia memiliki jumlah poin yang sama dengan Arab Saudi, Bahrain, dan China yang berada di peringkat keempat hingga keenam. Sementara itu, Australia menempati posisi kedua dengan selisih satu poin, dan Jepang kokoh di puncak klasemen dengan keunggulan sepuluh poin.
Menghadapi empat laga tersisa di putaran ketiga kualifikasi, Struick menilai setiap pertandingan sebagai laga final, termasuk duel krusial melawan Australia pada Kamis (20/3) mendatang.
“Kami masih berada dalam posisi yang bagus di grup yang sangat kompetitif ini. Kami telah membuktikan bahwa kami mampu bersaing dengan tim-tim kuat,” kata Struick.
“Kami memiliki empat pertandingan tersisa, dan kami melihatnya sebagai empat final. Kami akan melihat sejauh mana kami bisa melangkah,” tambahnya.
Selain membahas peluang Timnas Indonesia, Struick juga mengungkapkan pengalaman berharga sejak bergabung dengan skuad Garuda setelah resmi menjadi warga negara Indonesia pada Mei 2023 lalu.
Debutnya bersama Timnas Indonesia terjadi dalam laga melawan Palestina, yang kemudian disusul oleh pertandingan prestisius menghadapi Argentina, juara Piala Dunia 2022, di Jakarta.
“Saya memperoleh kewarganegaraan Indonesia pada 2023, dan pada musim panas itu saya memainkan pertandingan pertama saya melawan Palestina,” ujar Struick.
“Pertandingan kedua saya adalah melawan Argentina. Bermain melawan para bintang dunia adalah pengalaman paling gila dalam karier saya,” tutupnya. (*)
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.