kemudian menarik perbandingan dengan pengalamannya saat menangani Timnas di Piala Emas CONCACAF. Pada turnamen tersebut, Kanada juga tidak selalu bisa diperkuat pemain bintang seperti Alphonso Davies dan Jonathan David, sehingga ia harus mengandalkan pemain dengan cakupan yang lebih luas.

“Anda punya kesempatan untuk menggunakan kolam yang jauh lebih besar. Itu mirip dengan apa yang kami lakukan di CONCACAF Gold Cup. Kami tidak selalu bisa mendatangkan Alphonso Davies atau Jonathan David, jadi harus menggunakan pemain lokal dan belajar banyak dari situasi itu,” jelas Herdman.

Di bawah kepemimpinannya, prestasi terbaik Kanada di Piala Emas adalah mencapai semifinal edisi 2021, sebuah pencapaian yang menjadi fondasi kebangkitan sepak negara tersebut.

Indonesia sendiri telah berpartisipasi di sejak pertama kali digelar pada 1996 di Singapura. Garuda tercatat enam kali menembus partai final, namun hingga kini masih belum mampu mengakhiri turnamen dengan .

Dengan pendekatan baru yang menitikberatkan pada perluasan talenta dan regenerasi, Herdman berharap Kejuaraan ASEAN bisa menjadi batu loncatan penting bagi masa depan Timnas Indonesia, sekaligus fondasi menuju target yang lebih besar di level Asia dan dunia. (*)