Karate dan wushu dicoret dari daftar unggulan DBON karena pertimbangan strategis, terutama keterkaitan dengan program Olimpiade. Karate tidak dipertandingkan pada Olimpiade Paris 2024 dan belum masuk agenda Los Angeles 2028, sementara wushu hingga kini belum menjadi cabang Olimpiade.
Sebaliknya, beberapa cabang baru justru masuk dalam DBON unggulan, seperti judo, tinju, anggar, gulat, tenis, equestrian, serta nomor-nomor Olimpiade spesifik seperti voli pantai 2×2 dan basket 3×3.
Pencak Silat Berstatus World Heritage
Sementara itu, pencak silat tidak dicoret, melainkan ditempatkan dalam kategori khusus sebagai cabang world heritage. Status ini menegaskan peran pencak silat sebagai warisan budaya bangsa yang tetap mendapat pembinaan nasional, meski tidak difokuskan pada target medali Olimpiade.
Target Asian Games dan SEA Games
Sebelum menuju Olimpiade 2028, Kemenpora menargetkan 21 cabang unggulan DBON mampu menunjukkan performa maksimal pada Asian Games 2026 di Jepang serta SEA Games 2027 di Malaysia.
Saat ini, Kemenpora masih menunggu penerbitan Peraturan Presiden baru tentang DBON sebagai pengganti Perpres Nomor 86 Tahun 2021 untuk memperkuat dasar hukum kebijakan tersebut.
Revisi DBON ini menandai perubahan besar arah pembinaan olahraga nasional, lebih selektif, terukur, dan berorientasi prestasi dunia, sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa setiap cabang harus siap bersaing, bukan hanya di arena pertandingan, tetapi juga dalam kebijakan nasional.