Truestorysport – Kementerian Pemuda dan (Kemenpora) resmi merevisi daftar cabang olahraga unggulan dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). Dalam revisi terbaru, jumlah cabang olahraga unggulan bertambah dari 14 menjadi 21 cabang, dengan orientasi utama menuju Olimpiade Los Angeles 2028 serta Olimpiade 2032.

Namun, di balik penambahan tersebut, terdapat dua cabang olahraga yang tidak lagi masuk dalam kategori unggulan DBON, yakni dan wushu. Keduanya sebelumnya menjadi bagian dari 14 cabang unggulan pada DBON awal yang ditetapkan melalui Peraturan Presiden Nomor 86 Tahun 2021.

Menpora Erick Thohir menjelaskan bahwa revisi DBON dilakukan dengan pendekatan yang lebih terukur dan berorientasi prestasi global. Dari total 21 cabang yang ditetapkan, 20 cabang masuk kategori unggulan Olimpiade, sementara satu cabang pencak , ditetapkan sebagai cabang world heritage.

“Mayoritas cabang yang dipilih adalah cabang perorangan, bukan beregu. Ini ditujukan sebagai wujud kedigdayaan bangsa melalui prestasi olahraga dunia,” ujar Erick Thohir dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Gedung Parlemen, Senayan.

Fokus Olimpiade dan Sistem Promosi-

Penentuan 21 cabang unggulan DBON didasarkan pada sejumlah indikator, antara lain sejarah prestasi, tradisi olahraga, potensi , serta relevansi dengan kekuatan bangsa di level internasional. Kemenpora juga menegaskan bahwa daftar tersebut tidak bersifat permanen.

Ke depan, akan diterapkan sistem promosi dan degradasi bagi cabang olahraga unggulan. dilakukan berdasarkan capaian prestasi, khususnya pada Olimpiade 2028 Los Angeles dan Olimpiade 2032.

“Kami ingin pembinaan olahraga nasional lebih dinamis dan berbasis hasil. Cabang yang tidak menunjukkan progres bisa digantikan,” tegas Erick.

Karate dan Wushu Tidak Masuk Prioritas

Karate dan wushu dari daftar unggulan DBON karena pertimbangan strategis, terutama keterkaitan dengan program Olimpiade. Karate tidak dipertandingkan pada Olimpiade Paris 2024 dan belum masuk agenda Los Angeles 2028, sementara wushu hingga kini belum menjadi cabang Olimpiade.

Sebaliknya, beberapa cabang baru justru masuk dalam DBON unggulan, seperti judo, tinju, anggar, gulat, , equestrian, serta nomor-nomor Olimpiade spesifik seperti voli pantai 2×2 dan basket 3×3.

Pencak Silat Berstatus World Heritage

Sementara itu, pencak silat tidak dicoret, melainkan ditempatkan dalam kategori khusus sebagai cabang world heritage. Status ini menegaskan peran pencak silat sebagai warisan budaya bangsa yang tetap mendapat pembinaan nasional, meski tidak difokuskan pada target medali Olimpiade.

Target Asian Games dan SEA Games

Sebelum menuju Olimpiade 2028, Kemenpora menargetkan 21 cabang unggulan DBON mampu menunjukkan performa maksimal pada Asian Games 2026 di Jepang serta SEA Games 2027 di Malaysia.

Saat ini, Kemenpora masih menunggu penerbitan Peraturan Presiden baru tentang DBON sebagai pengganti Perpres Nomor 86 Tahun 2021 untuk memperkuat dasar hukum kebijakan tersebut.

Revisi DBON ini menandai perubahan besar arah pembinaan olahraga nasional, lebih selektif, terukur, dan berorientasi prestasi dunia, sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa setiap cabang harus siap bersaing, bukan hanya di arena pertandingan, tetapi juga dalam kebijakan nasional.

Daftar 21 Cabang Olahraga DBON Terbaru

20 Cabang Olahraga Unggulan Olimpiade:

  1. Atletik
  2. Senam
  3. Akuatik
  4. Bulu tangkis
  5. Angkat besi
  6. Panjat tebing
  7. Panahan
  8. Menembak
  9. Judo
  10. Tinju
  11. Taekwondo
  12. Balap sepeda
  13. Voli pantai (2×2)
  14. Bola basket (3×3)
  15. (Rowing dan Canoe)
  16. Tenis
  17. Anggar
  18. Gulat
  19. Equestrian

Cabang World Heritage:

  1. Pencak silat