– Pasangan ganda putri Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari harus mengakhiri langkah mereka di perempat final Malaysia setelah dari unggulan keenam asal Selatan, Lee So Hee/Baek Ha Na, di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Jumat.

Pada laga yang berlangsung ketat tersebut, Ana/Trias sebenarnya tampil menjanjikan dengan merebut gim pertama. Namun, perubahan pola permainan lawan membuat pasangan Indonesia akhirnya menyerah melalui pertarungan tiga gim dengan skor 21-13, 19-21, 13-21.

Ana/Trias tampil agresif sejak awal pertandingan dan mampu mengendalikan permainan pada gim pertama. Permainan cepat dan tekanan di net membuat Lee/Baek kesulitan mengembangkan permainan, hingga gim berhasil diamankan pasangan Indonesia dengan cukup meyakinkan.

Memasuki gim kedua, pasangan Korea Selatan mulai melakukan penyesuaian strategi. Lee/Baek lebih banyak mengajak reli panjang serta membuka sudut lapangan, yang perlahan menggerus konsistensi Febriana/Meilysa. Gim kedua pun berakhir tipis untuk keunggulan Lee/Baek.

Pada gim penentuan, dominasi pasangan Korea semakin terasa. Febriana/Meilysa terlihat kesulitan menjaga fokus dan ketahanan bertahan, sehingga Lee/Baek mampu menjaga keunggulan hingga menutup pertandingan.

Febriana mengakui pasangan Indonesia telah mengerahkan kemampuan maksimal, namun menilai faktor fokus menjadi pembeda utama dalam pertandingan tersebut.

“Hari ini kami bermain sudah sangat maksimal, semua tenaga sudah dikeluarkan dan apa yang dilatih juga sudah dicoba diterapkan. Memang yang harus ditingkatkan adalah fokus, karena itu kuncinya. Kalau bisa fokus, pukulan dan gerakan akan lebih akurat,” ujar Ana usai laga dilansir dari laman resmi PBSI.

Meski tersingkir, Ana menilai penampilan mereka di turnamen pembuka musim 2026 ini menunjukkan perkembangan positif.

“Di turnamen pertama tahun 2026 ini kami memulai dengan cukup baik. Ada peningkatan, tetapi masih banyak yang harus diperbaiki. Ke depannya kami akan latihan lagi untuk menutup kekurangan dan meningkatkan yang sudah bagus,” tambahnya.

Senada dengan itu, Trias menyoroti perubahan strategi lawan yang menjadi tantangan utama, khususnya saat pertandingan memasuki gim kedua.

“Kami harus lebih tahan di pertahanan dan siap dengan perubahan lawan. Di gim kedua mereka mulai mengajak main reli, banyak membuka permainan dan jarang memberi -bola datar. Tidak seperti sebelumnya yang adu no-lob dan membuat kami lebih nyaman mengontrol permainan,” kata Trias.

Menatap rangkaian turnamen sepanjang 2026, Trias menegaskan ambisi besar yang mereka pasang bersama Ana.

“Tahun ini kami ingin meraih gelar juara dan naik podium tertinggi,” tegasnya.

Kendati gagal melangkah ke semifinal , penampilan Ana/Trias tetap menjadi modal berharga bagi ganda putri Indonesia dalam menghadapi turnamen-turnamen besar berikutnya. (*)