Kudus, Truestorysports — Ketua Kontingen Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri Sulawesi Tengah, Moh. Ifan Taufan, meluapkan kekesalannya terhadap kepemimpinan wasit dalam ajang PON Bela Diri yang digelar di Kudus, Jawa Tengah.
Dalam sebuah video yang diterima redaksi pada Minggu (19/10/2025), Ifan Taufan yang akrab disapa Opan Slaber , tampak memprotes keras pengawas pertandingan di arena. Ia menilai tim Sulawesi Tengah dirugikan, khususnya pada pertandingan cabang olahraga pencak silat.
“Kami (atlet) yang memukul, tapi lawan yang dapat poin,” ujar Opan dengan nada tinggi dalam video tersebut.
Opan turut menyayangkan, ketika atletnya tidak mampu melanjutkan pertandingan tetapi tetap dipaksakan oleh dokter dan wasitm
Ia menambahkan bahwa ketidakadilan wasit sudah terjadi sejak hari sebelumnya. Bahkan, menurutnya, cabang taekwondo juga mengalami hal serupa.
“Dari kemarin wasit begini terus. Taekwondo juga begitu. Maksud kami bukan bela Sulawesi Tengah, tapi tolong netral saja,” tegas Opan yang juga ketua harian KONI Sulteng.
Opan menegaskan bahwa ajang PON Bela Diri seharusnya menjunjung tinggi sportivitas dan profesionalisme karena melibatkan atlet dari seluruh Indonesia.
“Ini kan PON Bela Diri seluruh Indonesia, bukan Jawa Tengah,” katanya menutup pernyataan.
Diketahui, Sulawesi Tengah mengirimkan delapan cabang olahraga pada ajang PON Bela Diri tersebut. Hingga berita ini diturunkan, kontingen Sulteng baru mengantongi satu medali perunggu dari cabang olahraga taekwondo. (*)