Truestorysport – Pengurus terpilih Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Buol melakukan audiensi dengan KONI Sulawesi Tengah pada Selasa (20/1/2026). Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat KONI Sulteng ini menjadi tindak lanjut pasca suksesnya pelaksanaan Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) Buol pada Desember 2025 lalu.
Audiensi tersebut dimanfaatkan untuk menyamakan persepsi serta membahas penataan organisasi KONI Kabupaten Buol, terutama dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Tengah yang akan digelar di Morowali.
Dalam pertemuan itu, KONI Sulawesi Tengah menekankan pentingnya pembenahan tata kelola organisasi secara menyeluruh. Sekretaris Umum KONI Sulteng, Andi Nur Lamakarate, mengingatkan bahwa legalitas dan kerapian administrasi cabang olahraga (cabor) menjadi syarat mutlak bagi daerah yang ingin berpartisipasi di Porprov.
“Baiknya fokus utama Buol saat ini adalah Pra-CDM, terutama terkait SK cabang olahraga yang sudah mati. Kami berharap sebelum 29 Januari seluruh SK cabor sudah terbit agar memiliki legalitas untuk ikut Porprov,” tegas Andi Nur.
Ia menambahkan, pembinaan prestasi olahraga tidak dapat berjalan optimal tanpa dukungan data yang akurat dan sistematis. Karena itu, KONI Sulawesi Tengah kini tengah memperketat sistem asistensi organisasi.
“Dulu asistensi hanya internal, sekarang melibatkan Inspektorat dan BPK,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kepala Bidang Prestasi KONI Sulteng, Dr Gunawan, menegaskan bahwa perencanaan target medali maupun penganggaran harus berbasis data yang jelas.
“Akan sulit bicara target medali dan anggaran jika tidak berbasis data. Kami sudah memetakan 12 cabang olahraga unggulan berdasarkan data PON Aceh dan kejuaraan nasional, baik cabor Olimpiade maupun non-Olimpiade,” jelas Gunawan.
Menurutnya, data dari Porprov hingga kejuaraan di tingkat daerah dapat menjadi alat ukur potensi atlet, sekaligus fondasi penerapan sport science dan sistem pembinaan prestasi (bimpres) yang berkelanjutan.
“Dengan jumlah penduduk Sulawesi Tengah sekitar tiga juta jiwa, masa tidak ada atlet dari Buol yang muncul,” ucap Andi Nur, menegaskan optimisme terhadap potensi daerah.
KONI Sulawesi Tengah juga mengapresiasi langkah proaktif KONI Kabupaten Buol yang melakukan audiensi sejak dini. Menurut Andi Nur, sinergi antara pengurus provinsi dan kabupaten menjadi kunci keberhasilan pembinaan olahraga, meski proses pembenahan organisasi membutuhkan waktu dan konsistensi.
Sementara itu, agenda pelantikan Pengurus KONI Kabupaten Buol yang semula direncanakan pada 27 Januari 2026, bertepatan dengan final Piala Bupati Buol, belum dapat dilaksanakan. Hal tersebut disebabkan padatnya agenda Ketua Umum KONI Sulawesi Tengah hingga tahun 2028. Pelantikan pun dijadwalkan ulang pada rentang 20–28 Februari 2026.
Audiensi ini dihadiri oleh jajaran pengurus KONI Kabupaten Buol, yakni Wakil Ketua I Fransisco Pontoh, Sekretaris Umum Dwiyati Fahrini, Wakil Sekretaris Umum Yahya Toana, serta Wakil Ketua III Astuti Thomas.
Sementara dari KONI Sulawesi Tengah hadir Sekretaris Umum Andi Nur Lamakarate, Ketua Harian Ifan Taufan, Kabid Organisasi Hendy Maratua Sagala, Kabid Administrasi Hendra Iskandar, serta Kabid Prestasi Dr Gunawan. (*)